Menuju konten utama

Ciri-Ciri Alat Musik Tradisional: Mencerminkan Budaya Daerah

Alat musik tradisional adalah alat musik yang mencerminkan budaya lokal dan menjadi identitas dari suatu daerah. Berikut ciri-cirinya.

Ciri-Ciri Alat Musik Tradisional: Mencerminkan Budaya Daerah
Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan alat musik tradisional Celempung yang dijual dengan harga Rp.1,5 juta - Rp.3 juta tergantung ukuran, di Desa Glagah, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2019). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/ama.

tirto.id - Alat musik tradisional adalah alat musik yang mencerminkan budaya lokal dan menjadi identitas dari suatu daerah.

Karena berpatokan pada budaya suatu tempat, maka ada banyak jenis alat musik tradisional dengan ciri khasnya masing-masing.

Alat musik ini kemudian melahirkan kesenian yang kita kenal sebagai musik tradisional.

Musik tradisional dapat diartikan sebagai sebuah bentuk kesenian yang lahir dan berkembang di daerah tertentu, lalu diwariskan turun-temurun kepada generasi berikutnya.

Ciri-Ciri Alat Musik Tradisional

Adapun ciri-ciri dari alat musik tradisional adalah sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk yang sederhana
Mayoritas alat musik tradisional diketahui memiliki bentuk yang cukup sederhana, misalnya kendang, seruling, atau ceng-ceng.

  • Mencerminkan budaya atau ciri khas suatu daerah
Alat musik tradisional dibuat dari bahan yang ada di daerah tersebut, misalnya alat musik triton dari Papua. Triton adalah alat musik dari cangkang kerang, karena itu triton identik dengan wilayah pesisir yang ada di Papua.

Tak hanya dari bahannya, alat musik tradisional juga akan menghasilkan suara atau musik yang melekat dengan daerah asalnya, contohnya gamelan yang identik dengan Jawa.

  • Biasa digunakan untuk mengiringi upacara adat
Alat musik tradisional sering dimainkan dalam ritual, upacara, atau acara adat tertentu. Contohnya angklung buhun yang digunakan dalam acara seren taun (upacara adat panen padi) di masyarakat Sunda Banten.

Mengutip dari buku Keragaman Musik Tradisional, masyarakat di beberapa daerah percaya bahwa bunyi yang dihasilkan dari alat musik tradisional memiliki kekuatan magis. Karena kepercayaan inilah alat musik tradisional selalu digunakan dalam suatu upacara adat.

Contohnya alat musik karinding yang dipakai dalam upacara pengendalian hama padi di daerah Jawa Barat.

  • Digunakan untuk mengiringi kesenian tradisional lainnya
Selain untuk upacara adat, alat musik tradisional juga sering dimainkan untuk mengiringi jenis kesenian lain dari daerah tersebut, contohnya seni tari, wayang, atau ketoprak. Iringan musik yang dimainkan akan membuat suatu kesenian menjadi lebih hidup dan menarik sehingga dapat menghibur penontonnya.

  • Bisa digunakan sebagai sarana komunikasi
Beberapa alat musik tradisional tak hanya sebatas hiburan, tapi juga digunakan untuk media berkomunikasi. Apalagi zaman dahulu belum ada teknologi atau alat komunikasi yang canggih seperti sekarang, karena itu alat musik pun digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh.

Contohnya kentungan atau kenthongan yang dibunyikan atau dipukul dengan pola tertentu sebagai penanda keamanan suatu lingkungan.

  • Diwariskan turun-temurun kepada generasi yang ada di daerah asal alat musik tersebut.
Pada zaman dulu, alat musik tradisional diwariskan pada generasi muda dengan cara diajarkan secara langsung. Akan tetapi, pewarisan budaya ini terbatas hanya di daerah yang menjadi tempat asal alat musik tersebut.

Hal ini pula yang membuat alat musik tradisional menjadi identitas dan melekat pada daerah asalnya, karena yang tahu cara memainkannya hanyalah orang-orang dari daerah itu. Namun di zaman modern seperti sekarang, siapa pun bisa mempelajari alat musik tradisional dari daerah mana saja.

Baca juga artikel terkait ALAT MUSIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani