Cina dan AS Sepakat Buka Dialog Soal Tarif Impor

Oleh: Yantina Debora - 26 Juni 2019
Dibaca Normal 1 menit
Melalui telepon, AS dan Cina sepakat untuk membuka diskusi soal tarif impor kedua negara.
tirto.id - Negosiator perdagangan Cina dan Amerika Serikat sepakat untuk melanjutkan diskusi guna menyelesaikan sengketa perdagangan dua negara tersebut.

Kesepakatan itu berlangsung dalam percakapan telepon pada hari Senin (24/6/2019), menjelang musyawarah yang cukup berisiko antara presiden kedua Negara tersebut, di Jepang minggu ini.

Dikutip dari Time Kedua pemimpin negara tersebut dijadwalkan akan bertemu di sela-sela KTT G20 pada 28 dan 29 Juni di Osaka, Jepang.

Hal ini merupakan pertanda kedua belah pihak ingin segera mencegah putaran kenaikan tarif impor AS-Cina. Para pemimpin politik menentang kenaikan tarif impor dari Cina.

Wakil Perdana Menteri Liu He, yang memimpin negosiasi perdagangan untuk pihak Cina, berbicara dengan rekan-rekannya di AS, Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, menurut pernyataan singkat oleh kantor berita resmi Xinhua pada Selasa pagi.

Dilansir melalui South China Morning Post dalam percakapan telepon pemimpin kedua negara bertukar pandangan tentang masalah ekonomi dan perdagangan. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan pertemuan para pemimpin bertujuan untuk menyeimbangkan kembali hubungan ekonomi dan bergerak menuju kesepakatan pada perang dagang antar kedua Negara tersebut.

Beijing dan Washington telah terjebak dalam perang dagang selama setahun, setelah masing-masing Negara menaikan tarif hingga 25 persen pada produk impor mereka.

AS mendegarkan pendapat publik mengenai daftar produk Cina yang ada di AS. Sebagian besar merupakan barang konsumsi dan barang elektronik yang bernilai sekitar 300 miliar dolar AS, barang-barang tersebut akan dikenakan tarif baru jika ketegangan perdagangan semakin meningkat.


Wakil menteri perdagangan Cina Wang Shouwen, yang merupakan anggota penting lainnya dari tim negosiasi perdagangan Cina, mengatakan kedua negara perlu berkompromi jika mereka ingin mencapai kesepakatan dagang.

Wang menegaskan AS-Cina harus bernegosiasi berdasarkan kesetaraan, menghormati kedaulatan satu sama lain dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan menguntungkan kedua belah pihak.

Pengamat Cina memperingatkan bahwa meskipun perang dagang masih dalam kontrol, konfrontasi kedua negara mengenai teknologi akan terus meningkat.

Pada hari Jumat (21/6/2019), AS menambahkan lima perusahaan teknologi superkomputer Cina ke dalam daftar entitas kontrol ekspornya, menyusul larangan perusahaan-perusahaan AS yang memasok pembuat peralatan telekomunikasi Cina, Huawei.

Baca juga artikel terkait PERANG DAGANG atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Ekonomi)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH