Cina Ajukan 14 Situs Sejarah Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO 2035

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 6 Juli 2018
Sebanyak 14 situs sejarah di kawasan Beijing tengah dipersiapkan untuk diajukan menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 2035.
tirto.id - Beijing sedang mempersiapkan 14 situs di sepanjang Central Axis kuno untuk diajukan menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO Pada 2035. Kawasan tersebut membentang dari utara ke selatan Beijing dan hampir mencakup dua per tiga wilayah kota tua.

Ke-14 lokasi peninggalan itu adalah Yongdingmen, Kuil Pertanian (Xiannongtan), Kuil Surga, Zhengyangmen dan menara panahannya, Mao Memorial Hall, Monumen Pahlawan Rakyat, Lapangan Tiananmen, Tiananmen, Shejitan, Kuil Leluhur Kerajaan ( Taimiao), Kota Terlarang, Jingshan, Jembatan Wanning, dan Gulou dan Zhonglou, menurut Administrasi Kebudayaan, Pemerintah Kota Beijing, harian Beijing melaporkan pada Rabu (4/7/2017).

Dilansir dari Globaltimes.cn, peninggalan budaya di kawasan tersebut akan direnovasi dan disajikan dengan lebih baik.

Dua dari 14 situs tersebut diantaranya Mausoleum Mao Zedong dan lapangan Tiananmen, simbol kontroversial kekuasaan komunis Cina.


Mausoleum kolosal dibangun setelah kematian Mao pada 1976, seorang pendiri rezim komunis yang kampanye politik ekonominya menyebabkan kematian jutaan orang Cina, setelah ia merebut kekuasaan pada 1949.

Selain itu, Lapanhgan Tiananmen, plaza terbesar dunia yang dibangun pada abad ke-15. Tempat tersebut memainkan bagian dalam banyak peristiwa besar dalam sejarah Cina.

Shu Xiaofeng, salah seorang pejabat kota menyatakan, bila perlu penduduk di kawasan warisan akan dipindahkan untuk mengembalikan situs tersebut.

Kualitas hidup warga akan dipastikan dan ditingkatkan dengan relokasi melalui biaya kompensasi, distribusi perumahan dan perbaikan infrastruktur.

"Tujuan relokasi itu bukan untuk meminta semua warga pergi, tetapi untuk mempertahankan Beijing lama sebanyak mungkin," katanya.


Baca juga artikel terkait SITUS SEJARAH atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight