CIA Beberkan Dokumen Osama bin Laden saat Serangan 2011

Oleh: Yuliana Ratnasari - 2 November 2017
Dokumen tentang Osama bin Laden yang dirilis pada Rabu ini adalah tambahan terbaru untuk koleksi publik, yang dijuluki "rak buku bin Laden" oleh Direktur Intelijen Nasional.
tirto.id - CIA pada Rabu (1/11/2017) mengumumkan bahwa pihaknya merilis dalam jumlah masif arsip yang diklaim berasal dari penggerebekan Osama bin Laden pada 2011. Di antara berkas itu terdapat jurnal pribadi almarhum pendiri Al Qaeda itu.

Seperti dilansir CNN, Direktur CIA Mike Pompeo mengatakan bahwa perilisan arsip tersebut untuk "memberi kesempatan kepada rakyat Amerika mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang rencana dan cara kerja organisasi teroris ini."

Perilisan tersebut dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Otorisasi Intelijen pada 2014 yang mewajibkan Direktur Intelijen Nasional (Director of National Intelligence/DNI) untuk meninjau kembali dokumen yang diperoleh dari penggerebekan tersebut, dan membuat berkas yang dideklasifikasi dari peninjauan agar tersedia untuk umum.

Dokumen yang dirilis pada Rabu itu adalah tambahan terbaru untuk koleksi publik, yang dijuluki "rak buku bin Laden" oleh DNI. Koleksi tersebut mencakup tiga rilis sebelumnya sejak Mei 2015.

Selain jurnal bin Laden, CIA mengatakan bahwa perilisan berkas tersebut mencakup ribuan dokumen lainnya serta materi promosi dan perencanaan potensial Al Qaeda.

Menurut Foundation for Defence of Democracies' Long War Journal, rilis tersebut juga berisi item penting lainnya, termasuk diantaranya potret pertama yang diketahui sebagai anak bin Laden: Hamza bin Laden, dokumen tentang hubungan Al Qaeda dengan Iran, dan peran organisasi dalam pemberontakan Irak.

CIA mengatakan beberapa file yang tidak dirilis akan membahayakan keamanan nasional atau mengandung materi yang dilindungi hak cipta, pornografi, dan malware.

Badan intelijen tersebut mengatakan beberapa materi berhak cipta yang ditahannya adalah video seperti film Cars dan juga dokumenter "Where in the World is Osama bin Laden" dan "CNN Presents: World's Most Wanted."

Perilisan ini terjadi kurang dari seminggu setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan untuk melepaskan beberapa arsip yang berkaitan dengan pembunuhan John F. Kennedy meski tidak semuanya.

Trump terus berjanji untuk melepaskan semua berkas "selain nama dan alamat dari orang yang disebutkan yang masih hidup."


Baca juga artikel terkait ARSIP SEJARAH atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight