Premier League Liga Inggris

Chelsea Kena Larangan Transfer, Frank Lampard Adalah Solusi Tepat

Oleh: Ikhsan Abdul Hakim - 15 Juni 2019
Dibaca Normal 1 menit
Frank Lampard difavoritkan pulang ke Chelsea sebagai pelatih, terlebih The Blues dilarang menambah pemain di bursa transfer nanti.
tirto.id - Mantan gelandang, kapten tim, sekaligus top skor sepanjang masa Chelsea, Frank Lampard, difavoritkan pulang ke The Blues sebagai peatih untuk Premier League musim 2019/2020. Terlebih, Chelsea sedang dihukum larangan transfer pemain. Lampard dipercaya mampu memaksimalkan skuat yang ada, termasuk para pemain muda dari akademi klub milik Roman Abramovich ini.

Rumor kembalinya Lampard ke Stamford Bridge terdengar semakin kencang menyusul kabar kepindahan Maurizio Sarri ke Juventus. Sky Sports Italia, Jumat (14/6/2019), melaporkan bahwa Chelsea dan Juventus sudah bersepakat mengenai status Sarri. Meskipun demikian, belum ada pengumuman resmi dari masing-masing klub terkait masa depan pelatih asal Italia yang baru saja sukses membawa Chelsea merengkuh juara Liga Eropa ini.

Jika Sarri benar-benar pergi, Lampard disebut menjadi langkah tepat sebagai penggantinya lantaran hukuman embargo transfer yang dialami Chelsea. Terlebih, The Blues baru saja melepas bintang utamanya, Eden Hazard, ke Real Madrid. Hal ini diungkapkan oleh Jamie Redknapp, eks pemain Liverpool yang masih berkerabat dengan Lampard.

"Mereka [Chelsea] telah kehilangan pemain terbaik mereka [Eden Hazard] dan mereka juga mendapat embargo transfer untuk dua atau tiga jendela transfer. Jadi, Anda perlu seseorang yang dicintai semua orang dan mereka [suporter Chelsea] akan memberinya waktu," ucap Redknapp dikutip dari Sky Sports.

The Blues terkena sanksi larangan transfer pemain sejak Februari 2019 silam. Klub asal London ini dianggap menyalahi regulasi FIFA terkait transfer pemain di bawah usia 18 tahun. Chelsea memang mengajukan banding, namun FIFA menolak banding tersebut pada 8 Mei 2019 lalu.

Keputusan tersebut efektif berlaku mulai jendela transfer musim panas ini. Chelsea tidak boleh merekrut pemain baru dalam dua jendela transfer ke depan, yaitu jendela transfer musim panas saat ini dan musim dingin 2020 mendatang. Selain itu, The Blues juga didenda sebanyak 600.000 francs Swiss.

Setelah bandingnya ditolak FIFA, Chelsea membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sports (CAS). Namun proses di CAS berjalan lambat. Selasa (11/6) lalu, CAS mempublikasikan jadwal sidang dengar pendapat akan digelar pada 13 Juni-24 Agustus, namun kasus Chelsea tidak disebutkan. Kemungkinan besar, kasus ini tidak akan selesai sebelum jendela transfer musim panas berakhir.


Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Selain sudah menjual Hazard, The Blues hanya mendapatkan satu pemain baru, yaitu Christian Pulisic dari Borussia Dortmund yang kepindahannya sudah diresmikan awal tahun ini.

Nama Lampard pun semakin difavoritkan untuk menangani Chelsea. Selain berstatus legenda klub dan disukai suporter, pelatih Derby Country ini kerap mengandalkan pemain muda. Stok talenta muda Chelsea tergolong melimpah sehingga diharapkan bisa mengatasi ketiadaan pemain baru.

Callum Hudson-Odoi, misalnya, dinilai potensial untuk digarap Lampard. Terlebih lagi, dua pemain muda lainnya, Fikayo Tomori dan Mason Mount, menjadi bagian penting dalam skuat Derby Country binaan Lampard musim lalu. Berstatus pinjaman dari Chelsea, dua pemain ini berjasa membantu The Rams melaju ke final play-off Championship.

Chelsea juga punya Tammy Abraham yang dipinjamkan ke Aston Villa pada musim 2018/2019. Top skor Aston Villa musim lalu ini pun berlaga di final play-off Championship melawan Derby Country asuhan Lampard.

Asisten pelatih Lampard di Derby Country, Jody Morris, juga berpengalaman memimpin memimpin skuat U18 Chelsea pada 2016-2018. Morris tentunya sudah mempunyai gambaran dan mengenal skuat muda The Blues. Jika kepindahan Lampard ke Chelsea terealisasi, Morris diprediksi akan mengikutinya sebagai asisten.


Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Ikhsan Abdul Hakim
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Ikhsan Abdul Hakim
Editor: Iswara N Raditya