Cerita Saksi Mata soal Kronologi Tawuran di Manggarai

Oleh: Riyan Setiawan - 16 Juli 2019
Tawuran antara warga Manggarai dan Menteng pada Selasa (16/7/2019) mengulang bentrokan serupa pada 13 Juli lalu.
tirto.id - Tawuran antarwarga terjadi di sekitar jalan raya Manggarai pada Selasa (16/7/2019). Lokasi tawuran itu tak jauh dari Pasar Raya Manggarai, Jakarta Selatan.

Berdasar keterangan saksi yang melihat insiden itu, tawuran tersebut melibatkan warga Kelurahan Manggarai dengan warga Kelurahan Menteng.

Salah satu saksi mata, Ovanda Septianto (20) yang bertempat tinggal di Menteng, menjelaskan tawuran itu dipicu serangan petasan yang dilemparkan warga Manggarai ke kawasan kampung di Menteng.

Dia mengatakan warga Manggarai meletuskan petasan tersebut dari arah seberang kali dekat lampu merah Manggarai.

"Habis [saya] makan bakso, terus ada petasan gede, terus disusul batu. Itu dari arah seberang jalan sana [seberang kali]," kata Ovanda kepada reporter Tirto, Selasa (16/7/2019).


Lemparan petasan dan batu, kata Ovanda, membuat warga Menteng beramai-ramai menyerang balik warga Manggarai.

"Langsung bentrok di lampu merah. Sekitar jam 4 mulai. Terus sekitar jam 5 sempat selesai. Habis itu pindah lokasi langsung ke rel sebelum stasiun Manggarai," ujar dia.

Menurut Ovanda, tawuran tersebut membuat dua orang warga asal Menteng mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu.

"Ada yang luka-luka, kena lempar batu, satu kena kepala, yang satu kurang tahu," ujar dia.


Saksi mata lainnya, Zainal (35) juga membenarkan keterangan Ovanda. Zainal menambahkan tawuran antara warga Manggarai dan Menteng sudah sering terjadi.

Bahkan, kata dia, pada tiga hari yang lalu, 13 Juli 2019, bentrokan serupa antara warga Menteng dengan Manggarai juga terjadi.

"Biasa anak remaja, kemarin juga ada yang ketangkap pas puasa, sudah aman, eh ada lagi ini," ujar dia.

Berdasarkan pantauan Tirto pada sekitar pukul 19.30 WIB, di lokasi tawuran terlihat pecahan kaca dan batu berserakan di jalan. Bau gas air mata pun masih tercium di hidung.



Baca juga artikel terkait TAWURAN atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Addi M Idhom
DarkLight