Cerita Peserta Tes CPNS di Yogya yang Gagal Ujian karena Laptop

Oleh: Irwan Syambudi - 27 Oktober 2018
Dibaca Normal 3 menit
Tes SKD CPNS di Yogyakarta batal digelar Jumat dan ditunda karena terkendala teknis. Lantas, bagaimana nasib peserta yang dari luar daerah?
tirto.id - Hafid Husni Mubarok, 25 tahun, peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tak kuasa menyembunyikan rasa kecewa. Ia gagal mengikuti ujian lantaran panitia Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Camputer Assisted Tes (CAT) CPNS untuk pendaftar di lingkup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/10/2018), mendadak menunda pelaksanaan ujian, padahal para peserta sudah berdatangan ke lokasi.

Menurut Hafid, dirinya baru mendapatkan pemberitahuan tes diundur ketika ia datang di lokasi tes Graha Wana Bhakti Yaksa Yogyakarta. "Sudah sampai sini baru tahu ada pengumuman kalau diundur dan pengundurannya juga belum jelas," kata Hafid saat ditemui reporter Tirto, di lokasi tes.

Raut kecewa pun terlihat dari wajah Hafid. Ia datang jauh-jauh dari Banjarnegara, Jawa Tengah, ke Yogyakarta khusus untuk mengikuti tes CPNS ini. Perjalanan empat jam yang ia tempuh dari Banjarnegara bersama istri dan anaknya pun tak sesuai harapan.

Saat ini, Hafid masih berpikir untuk tingal beberapa hari di Yogyakarta, sambil menunggu pengumuman dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jika tes diundur barang satu atau dua hari, ia tidak mungkin untuk pulang pergi dari Banjarnegara-Yogyakarta. Ia juga tidak mungkin untuk izin berkali-kali dari tempat kerjanya di daerah asalnya itu.

"Kalau pulang agak jauh, jadi nanti ke tempat teman dulu paling," kata pria yang mendaftar CPNS untuk formasi guru SMK Negeri 2 Pleret, Bantul ini.

Sementara itu, peserta tes lainnya asal Solo, Jawa Tengah, Ryan Lestyanto, 28 tahun, menyayangkan pengunduran jadwal tes yang mendadak. Ia juga baru mengetahui pengumuman pengunduran jadwal tes setelah tiba di lokasi.

"Sudah datang dari jauh-jauh. Saya menyesalkan kok pemberitahuannya mendadak. Tapi ya saya nerima," ujarnya.

Sejatinya, Ryan yang mendaftar formasi CPNS di Dinas Pertanian Provinsi DIY mengikuti tes SKD pada sesi ke-III pada pukul 14.30 WIB. Ia sampai di lokasi tes sekitar pukul 13.30 WIB setelah mengendarai kereta dari Solo.

Namun karena diundur, ia pun harus kembali pulang. "Tapi menunggu dulu kalau ada pengumuman lagi," kata Ryan.

Tidak hanya Hafid dan Ryan yang sudah terlanjur datang ke lokasi tes. Amaliyah Rahayu, 22 tahun, peserta tes CPNS asal Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, juga baru tahu pengunduran jadwal setelah ia sampai di lokasi tes.

"Saya pribadi sih kecewa dan ada senangnya juga. Soalnya kecewanya karena sudah melakukan persiapan mental. Tapi senengnya ada waktu untuk belajar lagi," katanya.

Pada sisi lain, Amaliyah berharap panitia lebih mempersiapkan sarana tes. Pasalnya dengan adanya kendala, sangat berdampak pada peserta tes yang datang dari jauh.

"Kalau saya kan orang daerah sini. kasihan kan yang lain yang datang jauh dari luar daerah sudah terlanjur sampai sini," ujarnya.


Terkendala Teknis

Pada hari pertama tes SKD CPNS 2018 di Yogyakarta terbagi menjadi tiga titik. Dua titik masing-masing di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (Kanreg I BKN DIY-Jateng) dan SMA 7 Muhammadiyah khusus untuk peserta tes yang mendaftarkan diri di instansi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

Sedangkan satu lokasi lagi di Graha Wana Bhakti Yaksa Yogyakarta yang digunakan khusus untuk peserta tes CPNS formasi di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Namun di lokasi yang terakhir disebutkan, pelaksanaanya terkendala peralatan tes yang belum siap.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DIY Agus Supriyanto mengatakan kendala muncul lantaran jumlah laptop yang kurang. Ia menyebut jumlah laptop yang dapat digunakan untuk tes hanya 240 unit, sedangkan yang dibutuhkan sebanyak 650 unit. Laptop itu pun baru datang Jumat (26/10) sekitar pukul 03.00 dini hari.

"Sambungan jaringan juga tidak konek sama pusat. Ditunda sampai menunggu keputusan dari pusat. Saat ini masih kami koordinasikan terus dengan pusat," kata dia.

Akibatnya, pelaksanaan tes pun harus ditunda. Sejatinya, sekitar 16.000 pendaftar CPNS di lingkup Pemda DIY yang harus mengikuti tes SKD. Dalam sehari, ada 2.000 peserta yang mengikuti tes dengan dibagi menjadi tiga sesi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY, Gatot Saptadi mengatakan, tes yang rencananya dilaksanakan pada Jumat pagi, terpaksa harus diundur satu hingga dua hari.

"Bukan dibatalkan tapi diundur. Artinya ada kendala teknis. Ini kan bentuk dari kerja sama dengan semua pihak, yang ternyata kami rencanakan secara ideal tidak bisa tepat waktu. Dengan terpaksa kami undur. Diundurnya ya satu dua hari lah," kata Gatot.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu BKN mengumumkan secara resmi pengunduran tes itu. Setelah diumumkan BKN, Pemprov DIY akan langsung menindaklanjuti pelaksanaan tes berikutnya.

Gatot menjelaskan, kendala teknis yang dialami panitia karena memang laptop dan aplikasi belum siap. Menurut dia, laptop dan aplikasi untuk tes khusus didatangkan dari Jakarta yang hingga hari ini belum sampai di Yogyakarta.

"Kemarin diminta oleh BKN, 26 [Oktober] harus dimulai. Kami sebagai pelaksana di lapangan harus menyiapkan. Ruang sudah disiapkan, meja, dan kursi sudah siap. Tapi karena laptop dan aplikasi dari Jakarta maka kami menunggu," ujarnya.

Dengan adanya penundaan ini, Gatot pun meminta maaf kepada peserta tes CPNS. Ia menyebut, kendala ini di luar kendalinya, sebab penyediaan peralatan tes berasal dari pemerintah pusat.

Bukan di Satu Tempat

Tidak hanya di Graha Wana Bhakti Yaksa, tes yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta juga mengalami sejumlah kendala, sehingga mengalami kemunduran jadwal. "Jadwal pelaksanaan tes SKD yang harusnya berlangsung pukul 08.00-9.30 untuk sesi I, diundur hingga pukul 10.00," ujar Andri, salah satu peserta seleksi CPNS Kemenkumham kepada Tirto.

Ia melanjutkan, jadwal sesi satu yang diundur menyebabkan jadwal sesi II ikut mundur dari jadwal yang ditetapkan. "Sesi II awalnya dijadwalkan mulai pukul 10.00 namun diundur hingga pukul 15.00. Ini jadwalnya belum pasti dan berpotensi diundur lagi," ucap pria berusia 27 tahun ini.

Terkait jadwal SKD Kemenkumham yang diundur, Adjar Anggono, kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham DIY sekaligus Ketua Panitia Tes CPNS Kemenkumhan DIY 2018, mengungkapkan sebagian komputer yang disediakan untuk seleksi CPNS tak berfungsi.

"Total dari 435 komputer hanya ada 202 yang bisa digunakan. Makanya dibagi per gelombang 2 kloter. Estimasi jam 01.00 subuh baru kelar," ujarnya.

Tak hanya jumlah komputer yang terbatas, seleksi CPNS Kemenkumham di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta juga terkendala server. "Kendala server dari BKN, karena dipakai se-Indonesia, jadi server banyak yang tidak bisa diakses," ucapnya.

Lain halnya di Kanreg I BKN DIY-Jateng. Berdasarkan pantauan Tirto, pelaksanaan tes di tempat tersebut berlangsung lancar. Hal ini diakui Wakil Koordinator Lapangan tes SKD CPNS Kanreg I BKN DIY-Jateng, Andreas Ismono yang menyebut hingga sesi ke-II tes berlangsung lancar.

"Sesi pertama tadi enggak ada kendala. Lancar-lancar aja" kata dia.

Baca juga artikel terkait CPNS 2018 atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Abdul Aziz
DarkLight