Cerita Penumpang MRT Terjebak di Bawah Tanah saat Mati Listrik

Oleh: Alfian Putra Abdi - 5 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Seorang penumpang MRT menceritakan yang ia alami saat terjebak di lintasan bawah tanah pada Minggu kemarin.
tirto.id -
Yunita Amalia (27) mengaku ketakutan ketika rangkaian kereta MRT yang ia tumpangi dari Stasiun Fatmawati mendadak berhenti begitu saja di jalur bawah tanah pada Minggu kemarin (4/8/2019).

Saat peristiwa yang dpicu mati listrik massal di Jakarta itu terjadi, Yunita panik sebab sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pengelola MRT.
"Setelah melewati [Stasiun] Istora Mandiri menuju ke [Stasiun] Benhil, tiba-tiba lampu di MRT mati-nyala sepersekian detik. Lalu enggak lama, sebagian lampu di MRT mati. Setelah itu keretanya seperti mengerem, lalu berhenti," kata Yunita kepada tirto, Senin (5/8/2019).
Menurut dia, berhentinya MRT yang ia naiki dimulai dengan tidak berfungsinya mesin pendingin di dalam gerbong. Karena suhu di dalam kereta MRT mulai memanas, banyak penumpang yang semula berdiri pun letih dan memilih duduk di lantai gerbong.

Oleh karena hari itu Minggu, kata Yunita, gerbong MRT yang ia naiki dipadati banyak penumpang.
"10 menitan lah enggak ada informasi. Baru kemudian ada security yang maju ke gerbong masinis lalu dia balik lagi nginfoin bahwa mati lampu dan dia menyuruh [penumpang] buka kaca di kiri dan kanan," ujar Yunita.
Setelah itu, ia sempat menunggu instruksi petugas. Selang beberapa menit kemudian, masinis lalu memberitahu bahwa penumpang akan dievakuasi.
"Yang pria bisa turun di pintu kiri, sedangkan wanita bisa turun dari depan ruangan masinis," kata dia.
Dari titik MRT berhenti, ia bersama penumpang lainnya harus berjalan sekitar 5 menit menuju Stasiun Benhil.
Kendati mengalami insiden ini, pegawai swasta yang sering memanfaatkan transportasi umum itu mengaku tidak kapok menaiki MRT. Dia pun berharap pengelola MRT mengantisipasi insiden serupa.

Baca juga artikel terkait MATI LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight