Menuju konten utama

Cerita Pengalaman Son Heung-Min Ikut Wajib Militer di Korea Selatan

Striker Tottenham Hotspur, Son Heung-Min menceritakan pengalamannya saat mengikuti kegiatan wajib militer di Korea Selatan. 

Cerita Pengalaman Son Heung-Min Ikut Wajib Militer di Korea Selatan
Penyerang Tottenham Hotspur Son Heung-min berpose dengan hadiah selama upacara penyelesaian pelatihan dasar militer di kamp pelatihan Korps Marinir di Seogwipo di Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat, 8 Mei 2020. (South Korea Marine Corps' Facebook via AP).

tirto.id - Pemain timnas sepakbola Korea Selatan yang kini bermain di Liga Inggris, Son Heung-Min belum lama ini mengikuti wajib militer (wamil) di Korsel.

Striker Tottenham Hotspur tersebut menunaikan kewajibannya pada bulan lalu, saat The Lilywhites masih vakum karena kompetisi Liga Inggris ditangguhkan akibat pandemi corona (COVID-19).

Son mengikuti Wamil di Pulau Jeju, Korsel, sejak 20 April 2020 dan menjalani kegiatan pelatihan militer di sana selama tiga pekan. Dia mengaku merasa senang sudah menjalani wamil.

"Saya kangen teman-teman. Saat saya kembali [dari Wamil], saya tidak bisa berhenti tersenyum," kata Son, seperti disiarkan Spurs TV, pada Rabu (6/3/2020).

Son mendapat dispensasi dari pemerintah Korsel untuk tidak melakoni wajib militer secara penuh, usai membantu timnas Taegeuk Warrior merebut medali emas Asian Games 2018 di Indonesia.

Sebagai gantinya, atlet berusia 27 tahun itu diwajibkan menjalani dinas wamil jangka pendek, atau sekira tiga pekan saja.

Son mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan wajib militer di negaranya. "Itu adalah pengalaman yang bagus," ujar Son.

Dia juga sempat menceritakan pengalamannya ketika mengikuti wamil. Son mengaku menikmati kegiatannya saat menjalani pelatihan militer, meskipun menjalaninya tidak mudah.

"Orang-orang di sana begitu baik. Tiga pekan itu berat, namun saya berusaha menikmatinya," ujar dia.

"Pada hari pertama kami belum saling mengenal satu sama lain, sehingga rasanya sedikit aneh, namun tidak lama kemudian kami saling kenal," begitu cerita Son.

"Kami menghabiskan setiap hari bersama-sama dalam satu ruangan, sepuluh orang. Kami sangat dekat, bekerja bersama kami saling membantu, masa-masa yang fantastis," lanjut Son.

Masa vakum kompetisi juga dimanfaatkan Son untuk memulihkan cedera lengan yang ia alamai saat Spurs menghadapi Aston Villa dalam lanjutan Liga Inggris, bulan Februari lalu.

Son pun sudah tak sabar ingin segera kembali merumput saat Premier League rencananya kembali digulirkan pada 17 Juni mendatang.

"Secara fisik saya baik-baik saja, saya bekerja benar-benar keras untuk berada di level maksimal, dan sekarang hampir mencapainya," kata Son.

"Semua orang telah kembali, semua orang berada dalam kondisi yang bagus. Semua orang ingin kembali bermain, dan semua orang termotivasi," ujar pemain yang musim ini telah mengoleksi 9 gol dari 21 penampilan di Liga Inggris itu.

Tottenham Hotspur kini menempati peringkat ke-8 Liga Primer Inggris, dengan koleksi 41 poin. Mereka masih memiliki 9 pertandingan sisa di kompetisi liga, yakni kontra: Manchester United, West Ham, Sheffield United, Everton, Bournemouth, Arsenal, Newcastle, Leicester City, dan Crystal Palace.

Pada pekan lalu, tandem Son di lini depan Spurs, Harry Kane, mengungkapkan bahwa Spurs masih membutuhkan 7 sampai 8 kemenangan lagi demi merebut tiket Liga Champions musim depan.

"Kami harus finish di posisi empat besar, tak ada keraguan tentang hal itu. Kami mempunyai laga besar melawan Manchester United pada laga pertama, dan secara realistis harus memenangi tujuh atau delapan untuk masuk ke Liga Champions," ujar Kane pada 30 Mei lalu, dikutip dari The Guardian.

Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Addi M Idhom