Cerita Lengkap Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo

Penulis: Alexander Haryanto - 29 Jun 2022 18:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kapal wisata bernama KLM Tiana tenggelam di perairan Labuan Bajo, NTT.
tirto.id - Sebuah kapal wisata tenggelam di perairan dalam wilayah Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 28 Juni 2022 pagi.

Seperti dilaporkan Antara News, ada beberapa korban yang sudah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan, tetapi dalam keadaan meninggal. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Lalu Wahyu Efendi.

"Setelah menerima informasi pada pukul 08.10 Wita, diberangkatkan Tim SAR Rescue untuk melaksanakan operasi SAR pukul 08.40 Wita, dan tiba di lokasi kejadian pukul 09.00 Wita," kata Lalu Wahyu Efendi.

Berdasarkan keterangan, tim SAR gabungan menemukan seorang korban bernama J yang sudah meninggal dunia. Korban pun langsung dievakuasi menuju RSUD Komodo Labuan Bajo.

Lalu mengatakan, korban kedua bernama Anisa Firtiani juga meninggal dunia. Dia berhasil dievakuasi pada pukul 10.10 Wita setelah proses penyelaman dari Pos SAR Manggarai Barat dan Polair di sekitar lokasi kejadian.


Kronologi Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

Lalu menjelaskan, kapal wisata bernama KLM Tiana dengan berat 61 GT tenggelam di perairan Pulau Kambing dengan rute pelayaran Pelabuhan ASDP Labuan Bajo menuju Pulau Padar.

Titik koordinat lokasi kejadian yaitu 08°37'28.50" S - 119°42'31.93" E dengan radial 231.58° dan jarak 12.62 NM dari Pos SAR Manggarai Barat.

Menurut Lalu, kapal wisata itu membawa 18 orang penumpang dan 6 orang anak buah kapal. Ketika itu, cuaca sedang buruk dan gelombang tinggi sehingga menyebabkan kapal tenggelam .

"Atas izin Tuhan Kapal Wisata Andalucia kebetulan melintas di sekitar Kapal Wisata Tiana dan melaksanakan pertolongan," ucapnya.

Lalu berterima kasih kepada Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, Polair Labuan Bajo, KPP Labuan Bajo, Kru ABK Andalucia yang telah sigap dan cepat melakukan pertolongan kepada korban.

"Pelaksanaan operasi SAR berjalan dengan aman dan lancar berkat koordinasi dan sinergi yang solid antar-Tim SAR gabungan," kata dia.

Di sisi lain, PT Jasa Raharja Cabang NTT memastikan, 18 korban di kapal wisata KM Tiana Liveboard itu) dijamin penuh oleh Jasa Raharja.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT Muhammad Hidayat mengatakan, santunan itu sesuai dengan ketentuan Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang Angkutan Umum.

"Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap dan penggantian biaya perawatan akibat kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan angkutan umum, dan status kapal tersebut masuk dalam perlindungan Jasa Raharja," kata dia seperti dikutip Antara.


Baca juga artikel terkait KAPAL TENGGELAM DI LABUAN BAJO atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight