CEO Warner Bros Dituduh Orbitkan Artis dengan Imbalan Hubungan Seks

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 8 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
CEO Warner Bros., Kevin Tsujihara dituduh mengorbitkan Charlotte Kirk dengan imbalan hubungan seksual.
tirto.id - WarnerMedia sedang menyelidiki CEO Warner Bros., Kevin Tsujihara karena dituduh memiliki hubungan dengan seorang artis dengan imbalan akan menjadi bagian dalam proyek produksi Warner Bros.

The Hollywood Reporter menerbitkan sebuah artikel laporan panjang mengenai hubungan Kevin Tsujihara dan Charlotte Kirk.

Pada 3 Maret 2015, Kirk, yang pertama kali bertemu dengan Tsujihara pada 2013 mengirim pesan pada Tsujihara, “Aku tahu kamu sangat sibuk tapi ketika kita berhubungan seks di motel waktu itu kamu bilang akan membantuku dan ketika kamu mengabaikanku seperti sekarang ini, membuatku merasa dimanfaatkan. Apakah kamu benar-benar akan membantuku?”

Tsujihara merespons pesan tersebut, “Maaf kalau kamu merasa begitu. Richard akan menghubungimu malam ini,” beberapa pesan lainnya merujuk kepada Richard Brener, pemimpin produksi Warner’s New Line Label, anak produksi di bawah naungan Warner Bros.

Tidak ada indikasi Brener tahu perihal hubungan antara Tsujihara dan Kirk. Brener, melalui laporan WarnerMedia menyatakan tidak tahu menahu tentang hubungan tersebut.

Kirk kemudian muncul sebagai pemeran minor di dua film Warner Bros., How To Be Single pada 2016 dan Ocean’s 8 pada 2018. Melalui pesan teks yang dikirimkannya, Kirk menjadi semakin gelisah karena dia tidak segera mendapatkan peran penting dalam film-film Warner Bros.

Mengenai kasus ini Tsujihara menyangkal memiliki hubungan apapun dengan Kirk. Pertemuan antara Tsujihara dan Kirk pada 2013 dimotori oleh pejabat media Australia, James Packer dan sutradara-produser Brett Ratner yang pada waktu itu memiliki negosiasi pembiayaan film sebesar 450 juta dolar AS dengan Warner Bros melalui bursa saham RatPac.

Dilansir Variety, Kirk mengeluarkan pernyataan yang menyanggah ada tindakan tidak pantas antara dirinya dengan Tsujihara. Ia menambahkan, Kevin tidak menjanjikan apapun padanya. Mengenai pesan teks tersebut, Kirk kemudian menuduh Ratner dan packer memanfaatkannya untuk membantu kesepakatan RatPac.

Juru bicara WarnerMedia menyatakan Kirk tidak menyebut Tsujihara maupun studio Warner Bros sendiri. Sumber menyatakan isu ini pertama kali terdengar oleh atasan WarnerMedia karena khawatir tentang apa yang akan Kirk lakukan setelah kejadian tersebut.

Time Warner dan Warner Bros menyelidik situasi ini namun tidak melakukan apapun terhadap Tsujihara. Perilaku Tsujihara diselidiki ulang ketika perusahaan raksasa tersebut di akuisisi oleh AT&T.

“Melalui juru bicaranya, aktris tersebut menyangkal adanya tindak asusila dalam proses pemilihannya [sebagai pemeran film] dan penyelidikan lanjutan kami juga tidak menemukannya,” kata WarnerMedia seperti dikutip Variety.

“Jika kami menerima kabar terbaru, sudah adi standar kami untuk melakukan penyelidikan sebagaimana mestinya, itulah yang kami lakukan disini,” lanjutnya.

Pengacara Tsujihara. Bert Deixler juga menyampaikan, “Tuan Tsujihara tidak punya andil langsung untuk pemilihan pemeran.”

Lebih lanjut, Kirk yang tidak menuduh siapapun, baik Tsujihara, Ratner, maupun Packer menyatakan hubungan mereka hanyalah hubungan bisnis semata. James Packer belum menyatakan apapun perihal kasus ini.

“Brett Ratner membantuku sebagai teman yang mendampingiku untuk masuk audisi dan menemukan agen, aku tidak punya hubungan lebih apapun dengannya, atau tuduhan terhadapnya,” kata Kirk seperti dilansir CBS News.

Ratner, yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa perempuan pada 2017 menyangkal tuduhan atas dirinya, yang membantu menghubungkan Tsujihara dengan Kirk tersebut.

Kasus Ratner pada 2017 tersebut juga membuat Warner Bros memutuskan hubungan dengan Ratner sembari menunggu habisnya kontrak dengan Ratpac pada Maret 2018.


Baca juga artikel terkait WARNER BROS atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Film)


Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra