Cegah COVID-19, 17.000 Tahanan di India akan Dibebaskan Bersyarat

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 13 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sebanyak 17.000 tahanan dari 35.000 orang narapidana di penjara-penjara India akan dibebaskan secara bersyarat untuk mencegah COVID-19.
tirto.id - Sebanyak 17.000 tahanan dari total 35.000 narapidana di Maharashtra, India akan bebas secara bersyarat demi mencegah laju penyebaran COVID-19.

Menteri Dalam Negeri India Anil Deshmukh pada Selasa menyatakan, dari jumlah tersebut, 5.000 narapidana mati telah dibebaskan.

"Keputusan pemerintah mendekati 185 narapidana yang terindikasi terjangkit virus corona di Penjara Arthur Road di Mumbai," kata Deshmukh seperti dilansir dari The Wire, Rabu (13/5/2020).

Sebelumnya, sebuah komite berkekuatan tinggi yang ditunjuk oleh pemerintah Maharashtra memutuskan untuk sementara waktu membebaskan sekitar 50 persen dari total tahanan ke penjara-penjara di seluruh negara bagian setelah pandemi COVID-19.

Dalam sebuah pesan video di Twitter, Deshmukh mengatakan, ada 185 narapidana di Penjara Arthur Road yang dikonfirmasi COVID-19 dan mereka sedang dirawat saat ini.

Alasan Pembebasan Tahanan India


"Mengapa Kementerian Dalam Negeri mengambil keputusan besar untuk membebaskan 17.000 dari sekitar 35.000 tahanan di penjara Maharashtra [setelah diterjemahkan]," ujar Desmukh melalui akun resminya.


Keputusan membebaskan secara bersyarat sementara 17.000 dari 35.000 tahanan di penjara-penjara di Maharashtra, kata dia, untuk mencegah penyebaran penyakit di penjara-penjara lain.

Sementara 3.000 dan 9.000 tahanan yang masing-masing telah dipenjara hingga tujuh tahun ke atas, juga akan dibebaskan.

Ia menyebutkan, para tahanan yang dibebaskan tersebut antara lain yang terlibat dalam kasus-kasus serius seperti pemerkosaan, penipuan keuangan dan bank besar dan di bawah Kontrol Maharashtra atas Kejahatan Terorganisir (MCOCA), Teroris dan Kegiatan Mengganggu (Pencegahan) Act (TADA).

"Pemerintah telah mengunci delapan penjara di mana tidak ada izin masuk atau keluar sampai pembatasan yang disebabkan oleh virus corona diberlakukan," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, telah menetapkan kriteria khusus untuk pembebasan mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan kondisi medis yang mendasarinya.

Orang-orang yang dipenjara ini harus mengajukan permohonan pembebasan secara perorangan ke pengadilan masing-masing dan akan diberikan jaminan atas kelayakan kasus mereka.

Sementara itu, komite rujukan pemerintah Panel mengatakan, tahanan dengan kasus serius di bawah KUHP India dan ketentuan hukum yang ketat seperti MCOCA, UAPA dan PMLA tidak akan dirilis dengan jaminan sementara atau pembebasan bersyarat.

Panel juga mengatakan bahwa tahanan yang tidak berhak atas jaminan sementara atau pembebasan bersyarat harus mencari jaminan reguler dari pengadilan yang bersangkutan.

Hingga Rabu siang, data dari John Hopkins University mencatat, jumlah kasus positif COVID-19 di India adalah sebanyak 74.292 orang dengan jumlah yang meninggal dunia 2.415 pasien.


Baca juga artikel terkait TAHANAN atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight