Menuju konten utama

Catatan Puan Maharani untuk Calon Panglima TNI Yudo Margono

Puan Maharani meminta Yudo Margono menjaga soliditas TNI serta menjamin netralitas tentara agar tidak terlibat politik praktis.

Catatan Puan Maharani untuk Calon Panglima TNI Yudo Margono
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (2/12/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

tirto.id - Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dibuat Jenderal Andika Perkasa. Misalnya, Puan berharap Yudo dapat melanjutkan program Minimum Essentian Force (MEF).

“Termasuk dengan pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) yang merupakan standar kekuatan pokok dan minimum TNI," kata Puan dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2022).

Pemenuhan MEF mutlak disiapkan sebagai prasyarat utama terlaksananya efektivitas tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi ancaman aktual. DPR, kata Puan akan terus mendukung untuk realisasi MEF.

Sejak 2010, pemerintah telah menerapkan kebijakan MEF untuk mencapai Kekuatan Pokok Minimum dalam tiga tahapan rencana strategis. Saat ini, MEF telah memasuki tahap III periode 2019-2024 yang ditargetkan mencapai 70 persen pada akhir tahun 2024.

“Kami berharap TNI di bawah kepemimpinan Laksamana Yudo didukung komitmen bersama pemerintah dan DPR dapat mencapai target MEF pada Renstra Tahap III sehingga postur pertahanan militer dapat optimal,” ucap Puan.

Puan juga meminta Yudo dapat menjaga soliditas TNI, menjamin netralitas tentara agar tidak terlibat politik praktis, dan tetap bersinergi dengan Polri.

Puan mengklaim DPR mendukung visi dan misi Yudo dalam pembangunan sumber daya manusia TNI, siap mengawal peningkatan kesiapan operasional satuan TNI, penguatan operasi gabungan antarmatra TNI, dan pemantapan implementasi reformasi wilayah birokrasi dan kultur organisasi di tubuh TNI.

“Rakyat menantikan prestasi Laksamana Yudo memimpin TNI dalam rangka menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Puan.

Laksamana Yudo Margono yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) telah disetujui Komisi I DPR RI menjadi Panglima TNI usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Jumat 2 Desember 2022 lalu.

Yudo tinggal menunggu kesepakatan DPR RI dalam rapat paripurna sebelum dilantik Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun pada Desember ini.

Baca juga artikel terkait CALON PANGLIMA TNI atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Politik
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto