Cara WeChat Menguasai Cina Jadi Inspirasi Facebook

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 2 April 2019
Dibaca Normal 2 menit
Facebook juga tengah mengembangkan aplikasi agar bisa menjadi serbaguna, seperti WeChat di Cina.
tirto.id - Facebook sedang dalam upaya untuk mengembalikan isu kemananan terhadap penggunanya. Selain itu, Facebook juga tengah mengembangkan aplikasi agar bisa menjadi serbaguna, seperti WeChat di Cina.

Pendiri Facebook, Mark Zuckeberg dan timnya sedang bekerja untuk membuat Facebook sebuah aplikasi yang aman dan platform jaringan sosial super, lebih dari sekedar mengirim pesan, status, foto, tautan, dan pengalaman pengguna.

Facebook berambisi untuk menjadi sebuah platform digital di mana pengguna, melalui fitur Messenger, dapat membayar tagihan, berbelanja, memesan tiket nonton, bermain gim dan lain-lain.

Perkembangan teknologi di Cina tidak hanya menciptakan ekosistem yang nyaman di dunia digital tetapi juga layak dipelajari. Pasalnya, WeChat dulu hanya aplikasi perpesanan seperti halnya Whatsapp. Namun, kini WeChat sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat digital di Cina.

Dilansir The Verge, WeChat yang ditemukan pada 2011 ini dimiliki oleh Tencent dengan 1 miliar pengguna aktif dan sekitar 38 miliar pesan dimobilisasi melalui platform ini.

Tahun lalu, Tencent menambahkan fitur mini-apps di WeChat, memunculkan aplikasi-aplikasi turunan di WeChat yang membuat pengguna dapat bermain gim, membayar tagihan, menemukan teman di lingkungan sekitar, memesan antrian dokter, melapor ke polisi, memanggil taksi, mengadakan video conference, dan mengakses layanan bank.

Aplikasi yang disubsidi pemerintah ini juga memungkinkan masyarakat Cina berkomunikasi langsung dengan pemerintah karena pemerintah memiliki akun resmi di WeChat. Tak dipungkiri, dominasi WeChat di Cina juga berkat campur tangan pemerintah tersebut.

Ben Thompson, seorang analis menulis melalui blognya, mungkin sulit bagi orang-orang di luar Cina memahami betapa pentingnya WeChat di negara tersebut.

“Untuk segala maksud dan tujuan, WeChat adalah ponselmu, dan untuk skala yang lebih besar di Cina, dibandingkan tempat lain, ponselmu adalah segalanya. Tidak ada apapun di negara ini yang sebanding; tidak LINE, tidak WhatsApp, tidak Facebook,” tulisnya.

South China Morning Post (SCMP) menuliskan Tencent juga memproduksi gim sehingga WeChat memiliki game-game orisinal buatan Tencent seperti Honour of Kings, yang pada kemunculannya dipakai oleh 95 juta pengguna aktif.

Pendek kata, WeChat sudah seperti Facebook+Nintendo+Uber+Amazon+PayPal dalam satu aplikasi. Itulah mengapa di ekosistem digital di mana setiap orang ingin segalanya praktis, cepat, efisien dan ringkas, WeChat memenangkan permainan.

Selain digemari masyarakat, WeChat juga disukai penyedia barang dan jasa. BBC mewartakan, penyedia barang dan jasa menggunakan WeChat untuk menggaet konsumen; mereka menciptakan akun resmi agar dapat berinteraksi langsung dengan konsumen.

Konsumen dapat menambahkan mereka ke dalam jaringannya dan mendapatkan pesan berisi promo dan diskon secara langsung. Pesan berisi tautan yang mengarah ke laman penyedia produk tersebut.

Pembelian barang dan jasa sekaligus pembayaran dapat dilakukan dengan satu aplikasi saja. Selain itu, disediakan layanan iklan bagi para penyedia barang dan jasa di WeChat yang dapat dilihat oleh masyarakat Cina.

Tidak heran, jika kemudian WeChat menjadi fokus pengembangan ekosistem digital di Cina. Layanan pengiriman uang, terutama pengiriman angpao pada saat Imlek juga bisa dilakukan antar sesama pengguna WeChat, yang juga ingin ditiru Facebook.

Bahkan, Facebook ingin membuat satu mata uang khusus yang akan digunakan dalam aplikasinya untuk mempermudah transfer ke seluruh dunia. Sebuah mata uang digital (cryptocurrency) menyerupai bitcoin.

Bussiness Insider menulis, Mark Zuckeberg berambisi menjadikan Facebook tulang punggung bagi masyarakat digital di dunia. Namun, ekspansi Facebook yang lebih besar juga akan membutuhkan data pengguna lebih besar.

Facebook sedang tersandung masalah privasi pengguna. WeChat mendapat tempat di tengah masyarakat karena belum pernah ada permasalahan kebocoran privasi di Cina seperti yang terjadi pada pengguna Facebook.

Aplikasi ini membuat hidup orang-orang jauh lebih mudah, ditambah dengan minimnya masalah privasi, dan budaya Tionghoa juga tidak mempermasalahkan privasi, maka dengan cepat WeChat menginvasi ekosistem digital Cina.

Sebaliknya, Facebook berkali-kali tersandung masalah privasi pengguna. The Guardian menulis, Facebook tidak melindungi nomor dan alamat email pengguna dari para 'pemburu' yang ingin mengiklankan produk, dan hal ini membawa pengguna dalam risiko untuk dapat dilacak.

Pada 2018, 11 aplikasi kesehatan membagikan informasi sensitif dengan Facebook melalui ponsel, termasuk Flo Period dan Ovulation Tracker.

Kasus itu adalah kesekian kalinya yang menerpa Facebook karena mudahnya melacak informasi pribadi orang-orang. Yang terbaru, Facebook ditemukan menyimpan sandi pengguna dalam teks biasa yang dapat dilihat dan kemungkinan diakses oleh pegawai Facebook.

Langkah Facebook untuk menjadi seperti WeChat di Cina akan menempuh perjalanan panjang untuk diwujudkan.


Baca juga artikel terkait FACEBOOK atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight