Cara Turunkan Berat Badan: Lebih Efektif Diet atau Olah Raga?

Oleh: Febriansyah - 14 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Cara untuk menurunkan berat badan lebih efektif diet atau berolahraga?
tirto.id - Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan mungkin akan melakukan olah raga, beberapa orang akan melakukan diet. Tetapi, cara mana yang sebenarnya lebih efektif?

Albert Matheny, pendiri Promix Nutrition, perusahaan yang menjual suplemen yang membantu para atlet dalam berolahraga, mengatakan bahwa kunci untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi kalori, alih-alih membakarnya. Artinya, diet sebenarnya jauh lebih efektif darpada olahraga, perbandingan rasionya 80/20.

"Anda tidak perlu mencapai rasio 80/20 tepat untuk menurunkan berat badan, tetapi penting bagi orang untuk fokus terutama pada diet ketika mereka mencoba menurunkan berat badan. Anda bisa menurunkan berat badan tanpa olah raga, tetapi Anda tidak bisa menurunkan berat badan jika nutrisi Anda menangkal pengeluaran energi Anda melalui olah raga," kata Matheny.

Alasan lain diet jauh lebih efektif daripada olah raga adalah karena dibutuhkan banyak aktivitas untuk menciptakan defisit kalori 500 hingga 700 melalui olah raga.

Holly Lofton, asisten profesor kedokteran dan direktur program manajemen berat badan di Langone Medical Center, Universitas New York, mengatakan bahwa untuk menghilangkan satu pon kalori per minggu dibutuhkan lari tujuh hingga 10 mil sehari. Rata-rata orang tidak bisa meneruskan aktivitas itu, terutama tanpa meningkatkan asupan kalori mereka.

"Saya melihat ini pada pasien setiap saat. Orang-orang berpikir, 'Jika saya lari maraton atau mulai pergi ke kamp pelatihan, saya akan menurunkan berat badan' tetapi mereka sering tidak melakukannya," kata Lofton seperti dilansir womenhelath

Berolahraga ternyata terkadang malah menambah asupan makanan. Menurut peneliti matematika dan obesitas, Kevin Hall, seberapa banyak kita makan terhubung dengan seberapa banyak kita bergerak. Ketika kita bergerak lebih banyak, kadang-kadang kita makan lebih banyak, dan bahkan makan lebih sedikit ketika kita tidak berolahraga.

"Anda bekerja keras pada mesin itu selama satu jam, dan pekerjaan itu dapat dihapus dengan lima menit makan sesudahnya. Sepotong pizza, misalnya, bisa membatalkan manfaat dari berolahraga satu jam," kata Hall.


Lebih Baik Lakukan Keduanya

Studi tahun 2011 oleh Fred Hutchinson Cancer Research Center telah menemukan bahwa dalam hal menurunkan berat badan dan lemak tubuh, diet dan olah raga paling efektif bila dilakukan bersama dibandingkan dengan menjalani salah satu saja.

Mayoritas wanita dalam penelitian ini yang memperbaiki pola makan dan berolahraga secara teratur. Hasilnya mereka berhasil menurunkan rata-rata hampir 11 persen dari berat awal mereka dan ini melebihi target penelitian yang memperkirakan hanya 10 persen.

Dalam penelitian ini terdapat beberapa kategori percobaan. Pertama, wanita yang diminta olah raga saja seperti aerobik sedang hingga berat selama 45 menit per hari, lima hari seminggu, termasuk tiga hari di fasilitas latihan Pusat Hutchison.

Kedua, yang melakukan hanya diet dengan sasaran 1.200 hingga 2.000 kalori sehari, tergantung pada berat mulai, dan kurang dari 30 persen kalori harian dari lemak.

Ketiga, olah raga dan diet dengan tujuan yang sama seperti di atas dan kelompok yang tidak melakukan apa-apa.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa wanita dalam kelompok yang hanya berolahraga kehilangan rata-rata 2,4 persen dari berat awal mereka dengan penurunan berat badan rata-rata 4,4 pon. Sementara mereka yang melakukan diet mengalami penurunan berat badan rata-rata 8,5 persen dan berhasil menururnkan sekitar 15,8 pon.

Penurunan berat badan terbesar dicapai oleh wanita yang mengubah diet dan berolahraga secara teratur. Para wanita ini menurunkan rata-rata 10,8 persen dari berat awal mereka dengan penurunan berat badan rata-rata 19,8 pon.

Dua pertiga dari wanita dalam kelompok ini mencapai tujuan penelitian, yaitu kehilangan setidaknya 10 persen dari berat awal mereka.

“Kombinasi diet dan olah raga adalah yang terbaik di setiap tahap penurunan berat badan," jelas Matheny.

Baca juga artikel terkait DIET atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight