Cara Orang Tua Menyikapi Anak Saat Kepergok Nonton Video Porno

Kontributor: Sarah Rahma Agustin, tirto.id - 7 Agu 2019 21:48 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Saat anak kepergok menonton konten porno, orang tua punya peran yang besar untuk melakukan komunikasi serta memberikan edukasi seksual.
tirto.id - Era digital membuat anak-anak lebih mudah mengakses teknologi melalui gawai dan internet.

Hal ini berimplikasi pada pembentukan karakter anak, terlebih jika yang mereka terpapar konten-konten negatif.

Dilansir dari tulisan Rachmaniar dalam Jurnal Komunikasi Global, persentase pengguna telepon genggam di kalangan anak Indonesia mencapai 84 persen dari total penduduk.

Hal ini dapat diamati melalui tingginya tingkat akses anak terhadap tayangan pornografi. Data lebih lanjut menyebutkan bahwa terdapat 25.000 anak Indonesia yang mengakses tayangan pornografi setiap harinya.

Anak-anak biasanya memiliki emosi yang belum stabil, mudah jenuh dan memiliki rasa ingin tahu tinggi.

Biasanya rasa ingin tahu menjadi motif anak-anak untuk mencari tahu berbagai hal baik melalui pertemanan, buku, ataupun melalui internet.

Jika tidak diawasi oleh orang tua atau keluarga, anak akan mudah mengakses hal negatif, termasuk pornografi.

Dalam laman eSafety.gov.au juga dijelaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam perkembangan teknologi yang dapat diakses anak, dan komunikasi adalah hal penting.

Hilangkan pemikiran bahwa membicarakan seks adalah hal tabu, karena seorang anak akan mencarinya juga.

Akan lebih buruk jika anak belajar seks dari situs porno daripada melalui percakapan dengan orang tuanya.


Lalu bagaimana sikap orang tua jika memergoki anak melihat video porno? Berikut sikap yang dapat dilakukan sebagaimna dilansir dari tulisan Luluk Hadiyatun dalam karya Ilmiahnya yang berjudul "Peran Keluarga Dalam Mengatasi Anak Kecanduan Pornografi".

Komunikasi Terbuka dan Membangun Kedekatan

Berkomunikasi secara terbuka menjadi kunci hubungan anak dan orang tua. Jika anak kepergok melihat video porno, orang tua bisa sharing dengan anak, bertanya bagaimana anak mengakses video tersebut, apa yang dia rasakan saat melihat video tersebut.

Selain itu orang tua dapat mengekspresikan kedekatan berupa pelukan atau senyum agar anak tidak merasa takut dan bersalah.


Edukasi

Orang tua dapat memberikan pemahaman kepada anak tentang anatomi tubuh, alat reproduksi dan seksualitas.

Biar bagaimanapun anak harus mengerti hal tersebut. orang tua bisa memberikan penjelasan sesuai dengan usia anak.

Orang tua tidak perlu merasa tabu jika memberikan pendidikan seks kepada anak. Pemahaman tentang anatomi tubuh menjadi modal penting bagi anak untuk menjaga diri.


Supporting Activity

Orang gtua dapat mengajak anak berkegiatan untuk mengalihkan dari gawai. hal ini juga dapat menjadi momen menghabiskan waktu bersama dengan anak.

Kontrol Perilaku

Orang tua dapat mengontrol akses anak dalam menggunakan gawai. Sampaikan hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dan boleh dilakukan.

Orang tua sesekali dapat membuka gadget anak untuk melihat apa saja pesan yang dikirim dan untuk siapa saja.

Pastikan tidak ada aplikasi yang membahayakan untuk anak dan mengawasi perkembangan anak.


Memberikan contoh atau modelling

Orang tua dapat memberikan contoh kepada anak dengan tidak terlalu sering bermain gadget di depan anak. Anak cenderung akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua.


Baca juga artikel terkait CARA ORANG TUA MENANGGAPI ANAK YANG NONTON FILM PORNO atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight