Cara Mengatasi Masalah Knalpot Mobil Kemasukan Air Saat Banjir

Oleh: Febriansyah - 3 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Terdapat sejumlah langkah yang perlu dilakukan sebelum dan setelah mobil menerjang genangan air atau terendam banjir.
tirto.id - Banyak pengendara mobil di Jakarta dan lokasi terdampak banjir lainnya nekat menerobos kawasan yang tergenang air cukup tinggi. Akibatnya, banyak bagian dari kendaraan mereka kemasukan air, salah satunya knalpot.

Masalah knalpot kemasukan air tersebut kerap mengkhawatirkan. Namun, kasus seperti ini sebenarnya bukanlah masalah yang terlalu besar jika air tidak sampai masuk ke bagian mesin.

Sebagaimana dilansir laman Nissan, keberadaan air di knalpot memang bisa mengganggu kinerja mesin, tapi tak merusaknya secara langsung. Alih-alih masuk ke mesin, air bakal tertampung di bagian yang disebut catalytic converter.

Fungsi utama komponen ini sebenarnya adalah untuk menyaring gas buang. Air yang menumpuk pada catalytic converter memang akan menyulitkan pengendara ketika hendak menyalakan mesin. Namun, seiring dengan pemakaian, genangan air pada bagian tersebut, akan berubah menjadi uap.

Oleh karena itu, problem lebih besar dan perlu menjadi perhatian pemilik mobil bukan di bagian knalpot, melainkan sistem kelistrikan mobil dan mesin.

Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan jika mobil melintasi genangan banjir:

1. Pastikan terlebih dahulu electronic control unit (ECU) lebih tinggi posisinya dari air jika mobil hendak menerjang banjir. Hal ini bisa mencegah korsleting. Sistem kelistrikan mobil (ECU) biasanya berada di 2 tempat: kabin atau ruang mesin.

2. Pengendara juga perlu memperhatikan komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekring, injektor, kabel, serta relay, setelah mobilnya melintasi genangan air. Komponen-komponen tersebut biasanya dilengkapi pelindung dari air. Namun, penting untuk memastikan bahwa kondisi komponen-komponen itu baik-baik saja setelah banjir.

3. Pengendara juga perlu melakukan pemeriksaan pada radiator dan memastikan tak ada kotoran yang menempel di komponen ini, setelah mobil menerjang banjir.

4. Periksa juga kompresor AC, apalagi jika letaknya berada di posisi yang cukup rendah. Sebaiknya pengendara tidak menyalakan AC mobil terlebih dahulu jika sebelumnya knalpot kemasukan air.

5. Jika mobil terendam banjir, sebaiknya pemilik kendaraan melakukan penggantian saringan udara. Sebab, apabila bagian ini tidak beroperasi dengan baik, bisa berdampak secara langsung pada mesin.

6. Kopling juga tak boleh terlewatkan dari pemeriksaan setelah mobil terendam banjir. Sebab, kopling kerap terasa berat saat digerakkan setelah mobil terendam banjir. Biasanya hal itu karena ada tumpukan karat yang menghambat pergerakannya.

7. Lalu, pastikan mobil memiliki asuransi untuk berjaga-jaga.


Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Otomotif)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Addi M Idhom
DarkLight