Cara Menenangkan Diri untuk Mengatasi Stres Akibat Pandemi COVID-19

Oleh: Dhita Koesno - 8 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Cara menenangkan diri untuk mengatasi stres akibat Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.
tirto.id - Dari pandemi hingga politik, banyak orang mengalami stres yang belum pernah terjadi sebelumnya selama setahun terakhir, dan penelitian menunjukkan, tubuh manusia tidak dimaksudkan untuk mempertahankan stres dalam jangka waktu yang lama.

Orang-orang stres saat makan, bertingkah, dan beberapa mengancam untuk tetap di tempat tidur.

Cara Menenangkan Diri Akibat Stres Corona


Pakar kesehatan Karen Owoc melalui laman Kron4 memberikan beberapa tips praktis untuk membantu mengatasi dan menenangkan diri:


1. Bernapas dengan Diafragma (Kenali B-IQ Anda)

• Bernapaslah dengan “cerdas”. B-IQ adalah pengukuran fungsional yang menunjukkan apakah Anda bernapas dengan bahu (napas vertikal) atau dengan diafragma (napas horizontal).

• Jika bernapas 'horizontal' (dengan diafragma), Anda akan cenderung lebih tenang.

• Jika bernapas 'vertikal' dengan bahu (bahu naik dan turun dengan setiap napas), Anda menggunakan otot bantu, yang meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan kortisol (hormon stres).

Cara Menghitung B-IQ Anda:

  • Temukan bagian bawah tulang rusuk depan (harus tepat di bawah puting).
  • Lingkarkan pita pengukur kain di sekitar tubuh Anda di tempat ini. (Pastikan pita pengukur tidak terkulai di belakang, dan pas.)
  • Lakukan pengukuran pada INHALE tersebut.
  • Kemudian keluarkan napas seluruhnya dan lakukan pengukuran kedua.
• Jika ukuran pernapasan 20 inci atau lebih, napas Anda harus melebihi angka tersebut setidaknya 2 inci.

• Jika ukuran pernapasan 30 inci atau lebih, napas Anda harus melebihi angka tersebut setidaknya 3 inci.

• Jika ukuran napas adalah 40 inci atau lebih, napas Anda harus melebihi angka tersebut setidaknya 4 inci.

2. Pindah selama 3 Menit

• Saat berolahraga, tubuh melepaskan endorfin, pereda nyeri alami tubuh Anda. Endorfin membantu meredakan rasa sakit dan stres serta menyebabkan perasaan sejahtera dan euforia.

• Aktivitas fisik juga merangsang pelepasan "hormon bahagia" lainnya:

• Dopamin - hormon "perasaan-baik"

• Serotonin - penstabil suasana hati, kesejahteraan, kebahagiaan

• Hanya membutuhkan tiga menit latihan untuk menyebabkan bahan kimia ini mengalir.

• Dopamin membantu Anda merasakan kesenangan (misalnya, kenikmatan yang didapatkan saat menyantap makanan favorit atau mendengarkan lagu favorit Anda).

• Serotonin membantu mengatur suasana hati Anda. Penelitian menunjukkan bahwa depresi terkait dengan rendahnya kadar serotonin.

• Berlari di tempat, lakukan jumping jack, mainkan musik dan menari di sekitar ruangan.

• Makanan tertentu, seperti coklat atau cabai, juga dapat meningkatkan sekresi endorfin.

3. Fokus pada Kaki Anda

Zona kecemasan cenderung berada di dada dan leher, tetapi stres emosional dan kecemasan yang berlebihan secara harfiah dirasakan dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan gejala yang sangat halus.

Gejalanya, seperti:

• Rasa terbakar dan mati rasa yang tidak nyaman di kaki, kaki dingin, atau kaki berkeringat karena pelepasan adrenalin dan hiperventilasi yang tiba-tiba membuat darah menjauh dari kaki.

• Gelisah pada kaki yang mengganggu tidur.

• Mengencangkan otot yang berdampak buruk pada cara Anda berjalan.

“Ground Yourself” dengan Latihan Menenangkan Kepala-sampai-Kaki ini

Saat berdiri (atau duduk dengan kaki di lantai), fokuslah pada kaki Anda.

• Bagaimana perasaan mereka? Apakah hangat atau dingin?

• Apakah mereka menggelitik? Lembab atau kering?

• Goyangkan jari-jari kaki Anda. Rasakan telapak kaki Anda.

• Rasakan tanah di bawah Anda melalui sepatu.

Kesimpulannya: Hubungan pikiran-tubuh sangat kuat. Dengan mengontrol tubuh, Anda juga memiliki kemampuan untuk mengontrol suasana hati.


Baca juga artikel terkait STRES CORONA atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight