Cara Mendeteksi dan Membantu Tumbuh Kembang Anak Kidal

Kontributor: Petty Mahdi, tirto.id - 11 Nov 2022 08:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Dominasi tangan (dalam hal ini tangan kiri) bukanlah penyebab dari berbagai gangguan tumbuh kembang anak.
tirto.id - Ada banyak teori yang menyebut soal penyebab anak kidal. Ada yang berpendapat bahwa kidal bersifat genetik, yang artinya diturunkan dari DNA orang tua kepada anaknya. Namun, tak sedikit pula yang mengatakan bahwa kidal muncul sebagai akibat dari faktor lingkungan, di mana anak melihat orang di dekatnya menggunakan tangan kiri dalam keseharian, dan menjadikannya sebagai contoh.

Faktanya, para peneliti sebenarnya masih terus mencari jawaban soal penyebab kidal ini. Sebelumnya, para peneliti meyakini bahwa kidal menunjukkan adanya belahan otak tertentu yang lebih dominan.

Namun, tampaknya tidak sepenuhnya demikian. Salah satu contoh yang tidak mendukung teori ini adalah, bahwa pusat bicara seseorang cenderung terletak di sisi kiri otak, terlepas dari preferensi tangan yang dimilikinya.


Sebelumnya, para peneliti juga meyakini kalau orang yang tidak kidal memiliki dominasi umum di sisi kanan tubuh mereka, yang artinya mereka cenderung mendahulukan sisi kanan tubuh mereka. Tapi, teori ini pun terbantahkan, setelah para peneliti melihat bahwa banyak orang mungkin tidak kidal tetapi mereka selalu mengambil langkah pertama dengan kaki kiri.

Tahun 2017, sebuah penelitian yang diterbitkan di Biological Psychiatry menunjukkan bahwa anak kidal mungkin disebabkan oleh adanya kelainan pada saraf sumsum tulang belakang. Peneliti melihat bahwa pada janin berusia 8 minggu, mereka sudah terlihat cenderung lebih sering menggerakkan tangan kanan dibandingkan tangan kiri. Kemudian, janin mulai mengembangkan kebiasaan mengemut jempol dengan salah satu sisi tangan di minggu ke-13 berdasarkan pemeriksaan lewat USG.

Peneliti pun berteori bahwa janin sudah memulai gerakan dan bisa memilih tangan favoritnya bahkan sebelum otak mulai mengendalikan gerak tubuhnya. Teori ini terbentuk setelah peneliti mengamati rangkaian DNA di sumsum tulang belakang janin pada minggu ke-8 hingga usia kehamilan 12 minggu.

Ditemukan bahwa rangkaian DNA dalam segmen saraf sisi kanan dan kiri sumsum tulang yang mengendalikan gerak kaki dan tangan ternyata tidak simetris, di mana bagian sisi kiri lebih cepat matang daripada sisi kanan.

Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa kondisi ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang bayi menjadi anak kidal. Dan mereka pun sepakat bahwa perkembangan tangan kidal sudah terjadi sejak dalam kandungan.

Penelitian lain sebelumnya yang diterbitkan Science Daily menyebutkan bahwa anak kidal cenderung lahir dari ibu yang stres di masa kehamilannya. Dikatakan bahwa stres saat kehamilan menyebabkan peningkatan kadar hormon kortisol - yang dapat menyebabkan perubahan preferensi sisi kiri atau sisi kanan pada janin.

Anak kidal sudah menunjukkan preferensi kuat menggunakan tangan kiri sejak berusia 18 bulan. Namun, baru pada usia 3 tahun mereka benar-benar didiagnosis bertangan kidal.


Di Indonesia yang budaya timurnya sangat kental, anak kidal lebih mudah dan lebih cepat terdeteksi, karena kebiasaan kita yang selalu mengutamakan tangan kanan. Ketika orang tua selalu menyuruh anak mengulang saat bersalaman atau mengambil makanan gara-gara menggunakan tangan kiri, di sinilah orang tua mungkin bisa mulai mengembangkan kecurigaan anak kidal.

Selain itu, mendeteksi anak kidal juga bisa dilakukan dengan mengamati kebiasaan sehari-hari anak dalam menggunakan tangannya. Misal, orang tua bisa memerhatikan saat anak merasa gatal, terutama di bagian punggung. Orang tua dapat melihat tangan manakah yang ia gunakan untuk menggaruk. Kalau anak lebih sering memakai tangan kiri, itu mungkin bisa jadi penguat bahwa anak termasuk kidal.

Contoh lainnya adalah saat mengajarkan anak berhitung menggunakan jari. Anak yang tidak kidal, cenderung akan mengangkat tangan kanan dan menggunakan jari-jari kanannya untuk berhitung satu.. dua... tiga. Berbeda dengan anak kidal, ia akan refleks mengangkat tangan kirinya.

Selain melihat kecenderungan preferensi tangan, orang tua juga melihat preferensi bagian tubuh lainnya. Misal, jika orang tua berbicara pada anak, coba perhatikan bagian telinga mana yang ia gunakan untuk mendengarkan lebih jelas. Seperti yang kita tahu, anak kidal juga cenderung mengutamakan bagian tubuh sebelah kirinya, meski tidak selalu seperti itu.

Tantangan yang Dihadapi Anak Kidal

Dengan 90 persen populasi dunia yang merupakan pengguna tangan kanan, tentu saja hal ini membuat orang kidal kerap mengalami kesulitan dalam kesehariannya. Pada anak kidal, kesulitan pertama yang dihadapinya adalah ketika belajar menulis.

Menulis huruf latin dari kiri ke kanan, akan membuat anak kidal harus meletakkan tangannya di atas tulisan yang sudah dibuatnya. Hal ini selain membuat tinta mengotori tangannya (dan tulisan yang sudah ia buat), juga bisa merusak kertas akibat terseret lengan saat ia sedang menulis.

Belum lagi kalau ia duduk di sebelah kanan, siku kirinya yang sedang menulis bisa saja bertabrakan dengan siku kanan temannya, sehingga membuat ruang geraknya jadi terbatas. Anak kidal akan semakin kesulitan menulis saat ia sekolah atau tempat kursusnya menggunakan combo desk, yaitu kursi yang sekaligus menyatu dengan meja di sisi kanannya.

Tantangan lain yang akan dihadapinya adalah ketika menggunakan peralatan didesain untuk tangan kanan, seperti gunting atau mouse. Ia juga mungkin akan kesulitan saat mempelajari alat musik tertentu seperti gitar.


Beberapa orang tua mungkin tetap mencoba mengajarkan pada anak-anaknya yang kidal untuk menggunakan tangan kanan agar dinilai lebih sopan. Atau karena sampai sekarang, kemudahan, misal dalam hal peralatan, masih didominasi pengguna tangan kanan. Tapi, bolehkah seperti begitu?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Soedjatmiko , SpA (K), Msi, mengatakan bahwa orang tua sebaiknya tidak melarang anak untuk lebih sering menggunakan tangan kirinya ketika memang sudah didiagnosis kidal.

"Pemaksaan juga dapat mengganggu perkembangan anak, karena akan mengaburkan dominasi kinerja fungsi otak anak, di mana anak bisa terbeban, frustasi dan marah karena merasa tidak nyaman menggunakan tangan kanannya," ujarnya.

Apa yang dikatakan Prof. Soedjatmiko sejalan dengan banyak penelitian lainnya, salah satunya yang dikutip dari New Kids Center, yang menyebut bahwa pemaksaan penggunaan tangan kanan kepada anak kidal dapat membuat mereka menjadi lekas marah, sensitif, dan mengalami gangguan tidur.

Infografik Kidal
Infografik Kidal. tirto.id/Mojo


Hal ini terjadi karena sistem saraf dan otak anak tidak terancang khusus untuk melakukan segala sesuatunya dengan tangan kanan. Jika terus dipaksakan, bukan tak mungkin jika dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang lain yang lebih serius, seperti gangguan ritme dan tempo ucapan yang mengarah pada gagap hingga membuat anak tidak percaya diri.

Membantu Perkembangan Anak Kidal

Saat anak mulai menyadari bahwa dirinya berbeda dengan teman-temannya yang lain, orang tua perlu memberikan pemahaman bahwa penggunaan tangan kiri bukanlah hal yang buruk. Bahwa ada 10% dari keseluruhan populasi manusia di dunia yang bertangan kidal seperti dirinya.

Ceritakan kepada anak bahwa tak sedikit orang terkenal dan berkuasa di dunia yang merupakan pengguna tangan kiri, seperti pendiri Amerika Serikat Benjamin Franklin, beberapa mantan presiden Amerika Serikat seperti Ronald Reagan, George H.W. Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama. Bahkan, tak sedikit ilmuwan, seniman, dan inovator yang kidal, di antaranya Leonardo Da Vinci, Marie Curie, dan Oprah Winfrey.

Beri semangat anak dengan menceritakan bahwa orang kidal memiliki keuntungan dalam berbagai olahraga, dari anggar hingga tinju. Karena lawan, lebih sulit mendeteksi pergerakan orang kidal dalam sebuah pertandingan.

Fasilitasi anak dengan peralatan yang diperlukan anak kidal dan telah banyak dijual di pasaran seperti alat tulis, gunting, gitar, dan sebagainya.

Posisi kertas sangat penting bagi anak kidal yang sedang belajar menulis. Ajarkan anak kidal untuk memiringkan kertas dengan cara yang berlawanan dengan anak pengguna tangan kanan. Kemudian, arahkan anak untuk menggunakan tangan kanan untuk menahan kertas. Penggunaan pensil mekanik yang tidak mudah luntur daripada pensil biasa lebih dianjurkan agar tidak mengotori tangan.

Di sekolah, ajarkan anak untuk duduk dengan nyaman dengan jarak yang cukup dengan teman sekelas. Orang tua bisa meminta guru untuk memosisikan anak kidal di meja sebelah kiri untuk memudahkan anak menulis. Sehingga kemungkinan sikut anak kidal dan anak dengan tangan kanan yang duduk bersebelahan, tidak terjadi.


Ketika dalam perkembangannya orang tua menemukan adanya gangguan belajar atau pada tumbuh kembang pada anak, segeralah berkonsultasi pada anak.

Namun perlu diingat, seperti disebutkan dalam jurnal Scientific Reports, dominasi tangan (dalam hal ini tangan kiri) bukanlah penyebab dari berbagai gangguan tumbuh kembang anak.

Baca juga artikel terkait TIPS PARENTING atau tulisan menarik lainnya Petty Mahdi
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Petty Mahdi
Penulis: Petty Mahdi
Editor: Lilin Rosa Santi

DarkLight