Cara Membuang Limbah Baterai Bekas dengan Aman

Oleh: Dewi Sekar Pambayun - 6 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Baterai bekas sebaiknya tidak dibuang ke sembarang tempat karena bisa merusak lingkungan. Ada sejumlah langkah untuk membuang limbah baterai dengan aman.
tirto.id - Baterai merupakan salah satu komponen elektronik yang saat ini paling banyak digunakan. Banyak alat elektronik yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari kini memakai baterai. Sebagai contoh ponsel, remote TV, jam tangan, jam dinding, laptop, tetikus dan lain sebagainya.

Persoalannya, mayoritas baterai merupakan barang elentronik bertipe habis pakai dengan durasi penggunaan tak terlalu lama. Oleh karena itu, limbah baterai kini menjadi salah satu sampah elektronik yang mudah ditemukan.

Apalagi, kebanyakan masyarakat terbiasa membuang limbah baterai bekas ke tempat sampah, atau malah secara sembarangan. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang menumpuk limbah baterai di rumah dan menyimpannya secara asal-asalan.

Padahal, baterai termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena mengandung logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium. Bahan-bahan itu bisa mencemari lingkungan dan berakibat buruk bagi kesehatan manusia.

Hal ini membuat daur ulang baterai menjadi penting. Sayangnya, belum banyak fasilitas daur ulang limbah baterai di Indonesia. Cara paling praktis adalah mengumpulkan limbah baterai secara terpisah dari sampah lainnya, untuk kemudian dikirim pusat pengolahan limbah B3. Cara lainnya mengirim kembali limbah baterai ke produsennya.

Lalu bagaimana cara membuang baterai dengan aman? Sebagaimana dilansir Battery Solutions, terdapat sejumlah langkah yang bisa dilakukan sebelum membuang baterai.

Pertama, tempatkan baterai bekas pada tempat terpisah dari sampah lain. Kedua, pasang selotip bening yang tak konduktif pada kedua ujung baterai. Ketiga, masukkan baterai bekas dalam plastik atau wadah khusus yang tidak bersifat konduktif.

Keempat, cari lokasi fasilitas pengolahan limbah B3 terdekat. Informasi bisa dicari di dinas lingkungan setempat. Lebih baik, sebelum mengirimkan baterai bekas, baca peraturan tentang pembuangan dan pengolahan limbah B3. Namun, fasilitas pengolahan limbah baterai di Indonesia memang belum banyak.

Kelima, jika akan mengirim baterai ke fasilitas pengolahan limbah B3, periksa langkah-langkah keamanan tambahan yang diperlukan untuk pengiriman.


Baca juga artikel terkait BATERAI atau tulisan menarik lainnya Dewi Sekar Pambayun
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dewi Sekar Pambayun
Penulis: Dewi Sekar Pambayun
Editor: Addi M Idhom
DarkLight