Cara Memberikan Pendidikan Seks untuk Anak Berdasarkan Usianya

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 25 November 2019
Dibaca Normal 2 menit
Menurut Dosen psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Koentjoro pendidikan seksualitas harus diberikan kepada anak sedini mungkin.
tirto.id - Pendidikan seksualitas menjadi salah satu pendidikan dasar yang harus diberikan oleh orang tua kepada anaknya.

Namun, kenyataannya tak jarang orang tua yang menganggap tabu untuk membicarakan urusan seksualitas kepada anaknya.

Padahal, menurut Dosen psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Koentjoro pendidikan seksualitas harus diberikan kepada anak sedini mungkin.

“Mengenal soal seksualitas harus dilakukan sedini mungkin, sejak mereka tahu tentang jenis kelaminnya. Contohnya saat anak saya 2 tahun, saya ajak mandi bareng. Dia lihat penis saya, saya kenalkan bedanya laki-laki dan perempuan. Kalau laki-laki punya penis kalau perempuan vagina,” ujar Koentjoro.

Sedangkan dilansir laman Todays Parent, Cory Silverberg, konsultan pendidikan seks dan penulis buku Sex Is A Funny Word: A Book About Bodies, Feelings And You mengatakan cara berbicara dengan anak-anak hingga usia 2 tahun tentang seks harus dimulai dengan istilah yang benar tentang alat kelamin.

"Penis, vulva, vagina, klitoris, dan puting susu adalah istilah yang harus diketahui oleh setiap balita," katanya.

Ia menambahkan bahwa mereka membutuhkan kata-kata ini untuk mengomunikasikan masalah kesehatan atau cedera.

Cara berbicara dengan anak-anak Anda tentang seks ketika mereka berusia 2 hingga 5 tahun

Fokus utama untuk kelompok usia ini adalah belajar tentang batas-batas dan apa yang pantas dan tidak pantas untuk disentuh.

"Ini sangat mendasar untuk disetujui," kata Silverberg yang menjelaskan bahwa sangat penting anak kecil belajar bertanya sebelum mereka menyentuh orang lain.

Senada dengan Silverberg, Koentjoro mengatakan saat usia ini anak harus memahami bahwa siapa saja yang diperbolehkan untuk menyentuh payudara, pantat, vagina, atau penis mereka.

“Mereka harus diajarkan bahwa yang boleh menyentuh itu (payudara, pantat, vagina, penis) hanya ibu dan dokter. Teman-temannya tidak boleh bermain dengan alat kelamin mereka,” tegas Koentjoro.

Pada usia ini, anak-anak juga dapat menjadi sangat ingin tahu tentang tubuh masing-masing.

Nadine Thornhill, konsultan pendidikan seks yang berbasis di Toronto seperti dilansir dari laman Todays Parent menjelaskan bahwa penting untuk mengakui rasa ingin tahu ini dan menggunakannya sebagai titik masuk untuk membahas aturan dan nilai-nilai keluarga Anda.

"Bicaralah dengan mereka secara eksplisit tentang kapan pantas telanjang," katanya. Dan jika Anda menangkap anak-anak Anda bermain dokter-dokteran jangan panik.

Permainan ini bisa menjadi diskusi awal tentang tidak pantas memegang alat kelamin orang lain meskipun itu dalam permainan, karena ini adalah bagian tubuh yang sangat istimewa yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Pada usia ini, anak Anda mungkin mulai bertanya bagaimana bayi dibuat. Bagi Silverberg, jawaban termudah dan paling inklusif adalah, "ada banyak cara."

"Jumlah informasi detail yang dimasukkan sangat bergantung pada seberapa banyak yang Anda pikir anak Anda dapat pahami. Jika anak Anda menginginkan lebih banyak informasi, Anda dapat mencoba sesuatu seperti, dua orang dewasa mengumpulkan tubuh mereka dan berbagi sperma dan sel telur untuk membuat anak, atau kadang-kadang mereka mendapatkan sperma atau sel telur dari orang lain,” ujar Silverberg.

Menurutnya yang terpenting jangan berbohong pada anak, tetapi untuk memberi tahu seperti bagaimana sperma dan sel telur bertemu, bisa Anda bahas lain waktu.

Sedangkan Thornhill menyarankan untuk mengeksplorasi bagaimana bayi dibuat dengan memberi anak-anak kisah kelahiran mereka sendiri, yang memungkinkan Anda menyesuaikan detail informasi dengan situasi khusus keluarga Anda.

Pastikan untuk mencatat bahwa kisah kelahiran anak Anda hanyalah salah satu dari banyak cara yang dibuat keluarga.

Cara berbicara dengan anak-anak Anda tentang seks ketika mereka berusia 6 hingga 10 tahun

Pada usia ini Anda sudah bisa memperkenalkan soal masalah menstruasi yang terjadi pada perempuan.

“Usia ini sudah mulai dikenalkan soal menstruasi jadi nanti kalau sudah mens jangan takut, itu hal yang normal,” ujar Koentjoro.

Cara berbicara dengan anak-anak Anda tentang seks ketika mereka berusia di atas 10 tahun atau sudah menstruasi

Menurut Koentjoro saat anak sudah menstruasi Anda harus mulai memberitahukan soal hubungan seksual yang berpotensi terjadinya kehamilan hingga infeksi menular seksual (IMS).

Sebab hamil di usia remaja sangat rentan untuk masalah kesehatan reproduksi hingga psikologis remaja.


Baca juga artikel terkait SEKSUALITAS atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight