Cara Cek Perkembangan Janin dari Gerakan dan Jenis Tendangan

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 9 Oktober 2019
Dibaca Normal 2 menit
Cara cek perkembangan janin dari jenis tendangan dan gerakan bayi di dalam perut ibu hamil.
tirto.id - Bagi ibu hamil khususnya yang baru pertama kali hamil, merasakan bayi bergerak di dalam rahim dan menendang perut adalah salah satu hal yang paling menyenangkan.

Menurut India Times, menendang adalah bukti bahwa si kecil tumbuh dan berkembang.

Karenanya, sangat penting untuk mengetahui jumlah tendangan bayi selama kehamilan. Menghitung tendangan bayi pada dasarnya menghitung berapa kali seorang bayi bergerak selama periode waktu tertentu.

Penurunan gerakan janin juga menunjukkan penurunan cairan ketuban atau kantung ketuban pecah, dan ini tentu saja akan menjadi masalah.

Wanita hamil pun dianjurkan untuk memantau atau memetakan tendangan bayinya mulai pada minggu ke-28 kehamilan untuk menghindari komplikasi.

Jika ini merupakan kehamilan pertama, ibu hamil mungkin tidak akan merasakan bayi bergerak dan menendang hingga usia 25 minggu.

Namun, jika kehamilan adalah yang kedua dan seterusnya, maka gerakan bayi akan dirasakan antara minggu ke-16 hingga minggu ke-25, demikian seperti diwartakan WebMD.

Gerakan kecil dari bayi ini pun bisa membuat ibu lebih dekat dengan kehidupan kecil di dalam dirinya.

Wanita yang hamil pertama kali akan menggambarkan gerakan bayi seperti kupu-kupu yang sedang terbang di perut, tetapi masih sulit untuk mengetahui jenis tendangannya.

Tetapi bagi yang hamil untuk kedua atau ketiga kalinya akan lebih mahir membedakan gerakan bayi misalnya saat merasa lapar, dan gerakan internal lainnya.

Menjelang trimester kedua dan ketiga, gerakannya akan lebih jelas, dan ibu akan bisa merasakan gerakan tendangan, pukulan, serta posisi siku bayi.

Contoh gerakannyanya seperti menekuk leher yang dimulai sekitar minggu ke-7 kehamilan, kemudian memindahkan tubuhnya. Sementara sekitar 16 hingga 18 minggu kehamilan, bayi sudah mulai menendang.

Bayi bergerak biasanya pada sore hari atau setelah makan ringan. Setelah yakin bahwa bayi sudah bangun, duduklah dengan nyaman dengan kaki tegak atau berbaring miring dan mulailah menghitung gerakan.

Hitung setiap gerakan yang dilakukan bayi di dalam rahim. Catat jumlah waktu yang digunakan untuk menghitung 10 gerakan.


Secara umum, melakukan penghitungan tendangan membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit, tetapi kadang-kadang bahkan memakan waktu dua jam.

Namun, wanita yang kelebihan berat badan biasanya lebih sulit untuk menghitung gerakan janin.

Sebuah studi menunjukkan, pada trimester ketiga, bayi bergerak sekitar 30 kali setiap jam.

Bayi cenderung bergerak lebih banyak pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, tetapi paling aktif antara jam 9 malam dan 1 pagi, tepat saat ibu mencoba untuk tidur.

Peningkatan aktivitas ini disebabkan oleh perubahan kadar gula darah ibu. Bayi juga dapat merespons suara atau sentuhan, dan bahkan mungkin menendang suami yang berada di belakang istri jika meringkuk terlalu dekat di tempat tidur.

American College of Obstetricians dan Gynaecologists merekomendasikan untuk mencatat waktu yang dibutuhkan bayi untuk membuat 10 gerakan dan ibu harus merasakan setidaknya 10 gerakan dalam periode dua jam.

Namun, jika tidak merasakan bayi bergerak 10 kali dalam dua jam, coba lagi nanti. Kemudian jika masih tidak dapat merasakan 10 gerakan dalam dua jam, atau bayi kurang aktif dari biasanya, segera hubungi dokter kandungan untuk memeriksa detak jantung dan gerakan bayi.

Berikut ini panduan yang bisa digunakan untuk menghitung gerakan dan tendangan bayi.

  • Minggu 12: Bayi harus mulai bergerak, tetapi ibu hamil mungkin tidak akan merasakan apa-apa, karena bayinya masih sangat kecil.
  • Minggu 16: Beberapa wanita hamil akan mulai merasakan kepakan kecil seperti kupu-kupu. Perasaan itu kemungkinan terasa seperti ada gas di perut.
  • Minggu 20: Pada titik ini dalam perkembangan bayi, ibu hamil mungkin mulai benar-benar merasakan gerakan pertama bayinya.
  • Minggu 24: Gerakan bayi akan lebih terasa seperti sedikit kedutan saat bayi cegukan.
  • Minggu 28: Bayi akan sering bergerak di fase ini. Beberapa tendangan dan pukulan bahkan mungkin membuat ibu jadi lebih sulit bernapas.
  • Minggu 36: Rahim akan semakin padat karena pertumbuhan bayi, dan gerakannya jadi lebih melambat.

Situs American Pregnancy menyebutkan, menghitung tendangan bayi adalah hal yang penting dan manfaatkan momen berharga ini sebaik-baiknya.

Saat bayi aktif bergerak,terkadang juga bisa dipengaruhi oleh sesuatu yang manis, seperti minum sesuatu yang sangat dingin, atau setelah beraktivitas fisik.

Contoh untuk merekam jumlah tendangan bayi di minggu ke-28

Senin pukul 9:00 XXXXXXXXXX 9:32 Total: 32 mnt

Selasa pukul 12:00 XXXXXXXXXX 12:45 Total: 45 mnt

Rabu pukul 9:00 XXXXXXXXXX 10:00 Total: 1 jam.

Kamis pukul 9:00 XXXXXXXXXX 11:15 Total: 2 jam. 15 menit.


Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight