Cara Atur Aktivitas Anak Selama Belajar di Rumah: Tips dari IDAI

Oleh: Balqis Fallahnda - 5 Agustus 2020
Dibaca Normal 2 menit
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah tips dalam mengatur aktivitas anak-anak di rumah, sesuai dengan usia mereka.
tirto.id - Pandemi virus corona (Covid-19) telah menyebabkan perubahan pola aktivitas masyarakat secara signifikan. Salah satu perubahan drastis terjadi pada aktivitas anak-anak usia pelajar mengingat sekolah harus tutup dan menggelar pembelajaran jarak jauh.

Hingga 5 Agustus 2020, mayoritas sekolah di Indonesia masih belum dibuka mengingat pandemi virus corona belum benar-benar mereda. Hanya ada sebagian kecil pemerintah daerah yang mulai mengizinkan sekolah di zona hijau untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Kondisi ini tentu membuat aktivitas belajar para siswa di rumah kemungkinan masih berlangsung cukup lama. Dalam situasi seperti ini, perhatian para orang tua jelas dibutuhkan.


Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh jelas mengubah sebagian besar aktivitas anak-anak. Banyak orang tua terpaksa harus bersiasat untuk mengatur kegiatan anak-anaknya agar pendidikan bagi mereka terus berjalan, bermanfaat sekaligus tidak membosankan.

Para orang tua bisa merujuk pada saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Lembaga tersebut telah merekomendasikan sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak, selama belajar di rumah, sesuai dengan kebutuhan tumbuh-kembang mereka.

Rekomendasi IDAI meliputi aktivitas fisik, kegiatan sedentarian, screen time atau waktu menatap layar gadget, dan jadwal tidur yang sesuai dengan tahapan usia anak.

Berikut daftar rekomendasi aktivitas anak di rumah yang direkomendasikan IDAI, sesuai dengan usia si kecil.

1. Aktivitas Anak usia kurang dari 1 tahun (bayi)

a. Rekomendasi aktivitas fisik

  • Aktifitas fisik beberapa kali sehari dalam bentuk permainan interaktif di atas lantai. Semakin banyak, akan semakin baik.
  • Pada bayi yang belum tahap pergerakan aktif duduk/berdiri, aktivitas fisik aktif diharapkan dalam posisi tengkurap setidaknya 30 menit yang tersebar waktunya sepanjang hari saat anak bangun.

b. Rekomendasi aktivitas sedentarian

  • Jangan menahan anak lebih dari 1 jam untuk setiap waktu tertentu, misalnya ketika berada di kereta bayi, kursi bayi, digendong, atau diikat dipunggung pengasuh.
  • Screen time tidak direkomendasikan pada anak usia kurang dari 1 tahun.
  • Kegiatan sedentarian (tidak banyak bergerak aktif) hanya dalam bentuk mendengarkan pengasuh membacakan cerita.

c. Rekomendasi jadwal tidur

  • Pastikan anak pada usia <1 tahun memiliki masa tidur yang berkualitas. Usia 0 – 3 bulan selama 14 – 17 jam dan usia 4 – 11 bulan selama 12 – 16 jam (termasuk tidur siang)

2. Aktivitas Anak usia 1 – 3 tahun (toddler)

a. Rekomendasi aktivitas fisik

  • Luangkan setidaknya 180 menit untuk berbagai jenis aktivitas fisik, dengan intensitas bervariasi yang tersebar waktunya sepanjang hari, semakin banyak akan semakin baik.

b. Rekomendasi aktivitas sedentarian

  • Jangan menahan anak lebih dari 1 jam untuk setiap waktu tertentu atau duduk untuk waktu yang lama.
  • Untuk anak berusia 1 -2 tahun, screen time dalam bentuk menonton TV, video, computer, gadget, tidak dianjurkan. Screen time yang diperbolehkan hanya dalam bentuk video chatting yang didampingi orangtua untuk berinteraksi dengan anggota keluarga yang sedang berjauhan.
  • Untuk anak berusia 2 – 3 tahun, screen time tidak lebih dari 1 jam, semakin sedikit akan semakin baik. Kegiatan sedentarian yang dianjurkan hanya dalam bentuk duduk diam untuk mendengarkan pengasuh membacakan cerita.

c. Rekomendasi jadwal tidur

  • Pastikan anak pada usia 1 – 3 tahun memiliki masa tidur yang berkualitas selama 11 – 14 jam, termasuk tidur siang, dengan pola tidur dan waktu bangun yang reguler.

3. Aktivitas Anak usia 3 – 6 tahun (pra sekolah)

a. Rekomendasi aktivitas fisik

  • Luangkan setidaknya 180 menit untuk berbagai jenis aktivitas fisik, dengan minimal 60 menit diantaranya adalah aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, yang tersebar waktunya sepanjang hari. Semakin banyak akan semakin baik.

b. Rekomendasi aktivitas sedentarian

  • Jangan menahan anak lebih dari 1 jam untuk setiap waktu tertentu atau duduk untuk waktu yang lama. Screen time tidak lebih dari 1 jam, semakin sedikit akan semakin baik.
  • Kegiatan sedentarian yang dianjurkan hanya dalam bentuk duduk diam untuk mendengarkan pengasuh membacakan cerita.

c. Rekomendasi jadwal tidur

  • Pastikan anak pada usia 3 – 6 tahun memiliki masa tidur yang berkualitas selama 10 – 13 jam, termasuk tidur siang, dengan pola tidur dan waktu bangun yang reguler.

4. Aktivitas anak usia 6 – 12 tahun (sekolah dasar)

  • Screen time tidak lebih dari 1 – 1,5 jam (90 menit).
  • Diskusikan dengan sekolah, sebaiknya PJJ daring tidak lebih dari 1,5 jam (90 menit) sehari.
  • Konsisten untuk menerapkan pembatasan lama screen time dan jenis media atau acara yang ditonton.
  • Pastikan penggunaan media atau screen time tidak menjadi sebuah kebiasaan sebelum mengerjakan pekerjaan sekolah.
  • Cobalah untuk menemukan keseimbangan antara waktu untuk berkreativitas dengan waktu bersantai.
  • Orangtua dapat secara bertahap memberi kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri dengan leluasa untuk mengatur penggunaan waktunya.
  • Pastikan bahwa penggunaan media tidak menggantikan waktu untuk tidur, aktivitas fisik, dan kegiatan-kegiatan harian yang penting lainnya.
  • Pastikan anak usia 6 – 12 tahun mendapatkan tidur berkualitas selama 9 – 11 jam.

5. Aktivitas anak usia 12 – 18 tahun (sekolah menengah)


  • Screen time tidak lebih dari 2 jam.
  • Diskusikan dengan sekolah, sebaiknya PJJ daring tidak lebih dari 2 jam dalam sehari.
  • Pada usia ini anak sudah mengerti konsep keseimbangan waktu, sehingga orangtua dapat membantu mereka untuk mengelola screen time yang sesuai dengan jadwal anak sendiri.
  • Pastikan anak usia 12 – 18 tahun mendapatkan masa tidur berkualitas selama 8 – 10 jam.

Baca juga artikel terkait ANAK-ANAK atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Addi M Idhom
DarkLight