Menuju konten utama

Cara Anies Baswedan Menekan Ketimpangan di Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan sepeda motor bisa melintas kembali di Jalan Sudirman-Thamrin sebagai bentuk mengatasi ketimpangan.

Cara Anies Baswedan Menekan Ketimpangan di Ibu Kota
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim bakal mengupayakan sejumlah cara untuk menekan ketimpangan di ibu kota. Salah satunya, sepeda motor yang dapat kembali melintas di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Anies mengatakan, saat motor dilarang melintasi ruas jalan tersebut, ratusan ribu pengantar ojek kesulitan saat harus mengantarkan barang ke daerah tersebut. Karenanya, upaya jangka panjang adalah memperbaiki perencanaan tata kota.

Sementara untuk jangka pendek yang dapat ditempuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, ialah dengan menyediakan lapangan pekerjaan.

“Di samping itu, juga [lewat] aturan-aturan yang memungkinkan tersambungkannya antara penghasil jasa dan pembeli jasa,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (30/1/2019).

Anies mengaku, hal itulah yang lantas menjadi pertimbangannya, di samping adanya putusan terhadap larangan tersebut yang dianulir oleh Mahkamah Agung (MA).

Dengan memperlancar transaksi antara penjual dan pembeli, Anies menilai ada kemudahan dalam penyediaan lapangan kerja di sana.

“Lalu ada juga pelatihan-pelatihan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan agar bisa naik kelas. Di situlah program-program kewirausahaan menjadi penting,” ucap Anies.

Ketimpangan memang masih menjadi salah satu permasalahan di DKI Jakarta yang harus dicarikan solusinya. Salah satu pernyataan yang menyoroti soal ketimpangan di ibu kota itu sebagaimana diucapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai meninjau DKI Jakarta dari udara bersama Anies.

Jusuf Kalla menyebutkan, kawasan di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin tak ubahnya seperti Singapura, sedangkan untuk di kawasan Tanjung Priok, terlihat seperti Bangladesh. Anies sendiri tidak menganggap pernyataan itu sebagai kritik atau sindiran. Menurutnya, pernyataan Jusuf Kalla merupakan fakta dan perlu untuk segera ditindaklanjuti.

Baca juga artikel terkait PELARANGAN SEPEDA MOTOR atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno