Menuju konten utama

Cara Akses Telemedicine Kemenkes untuk Pasien COVID-19 yang Isoman

Cara mengakses layanan Telemedicine Kemenkes gratis untuk pasien COVID-19 yang isoman.

Cara Akses Telemedicine Kemenkes untuk Pasien COVID-19 yang Isoman
Petugas mengecek fasilitas kamar isolasi mandiri di Banda Aceh, Aceh, Jumat (2/7/2021). aNTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.

tirto.id - Pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah bisa mengakses layanan Telemedicine dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Telemedicine bekerja sama dengan 11 platform layanan kesehatan untuk memantau para pasien yang isolasi mandiri.

Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasien terhadap konsultasi dan pemantauan oleh tenaga kesehatan serta mendapatkan pengobatan yang benar sesuai gejala yang diderita secara gratis. Sebagai permulaan, layanan telemedicine gratis itu dimulai 7 Juli 2021 di DKI Jakarta.

“Kita melakukan pelayanan telemedicine karena kalau sekarang harus datang ke rumah sakit, konsultasi dengan dokter, akan susah karena akan menambah risiko. Maka kita bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan juga jasa pengiriman obat secara gratis,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana dikutip Kemenkes.

Ada 11 platform telemedicine yang sudah bekerja sama dengan Kemenkes antara lain Alodokter, GetWell, Good Doctor dan GrabHealth, Halodoc, KlikDokter, dan KlinikGo. Kemudian Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

Alur Layanan Telemedicine

Untuk alurnya dimulai dari Lab pemeriksaan PCR yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan. Ada 743 Lab pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes, 114 Lab di antaranya ada di Jakarta. Sehingga data pasien yang dientri oleh 743 Lab itu akan terbaca oleh Kemenkes.

Ketika hasil tes PCR di Lab tersebut terkonfirmasi positif COVID-19, maka Lab akan memasukkan data pasien dan terhubung langsung dengan Kemenkes.

Dalam jarak waktu sekitar 1 hari, pasien akan menerima pesan Whatssapp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi online dan sebuah kode untuk mendapatkan obat gratis.

“Jadi data (pasien) yang sudah masuk ke kita, kita akan kirim WA untuk yang benar-benar sudah terkonfirmasi positif tes PCR nya agar bisa berkonsultasi dengan salah satu dari 11 aplikasi ini. Begitu sudah konsultasi kemudian pasien memasukkan satu kode nanti kode itu akan membuka jalan mendapatkan obat yang gratis,” papar Menkes.

Sampai sekarang, lanjut Menkes, layanan telemedicine ditujukan untuk pasien yang baru terpapar setelah diluncurkan platform telemedicine ini, dan pasien tersebut berdomisili di DKI Jakarta.

“Jadi belum bisa orang langsung mencari dan melakukan konsultasi online tanpa dites PCR di Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes. Karena kita perlu verifikasi apakah yang bersangkutan benar-benar sudah terpapar COVID-19 positif,” jelasnya.

Selain itu, platform ini juga bisa dipakai di aplikasi Pedulilindungi pada saat akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat, sehingga tidak perlu lagi membawa dokumen syarat perjalanan dalam bentuk fisik.

Pemerintah terus mencari cara yang terbaik untuk tetap bisa melayani masyarakat tetapi dengan risiko penularan yang sekecil-kecilnya. Sehingga keluarlah ide telemedicine ini dan setelah dikaji ide ini dinilai akan efektif dalam memantau kondisi pasien COVID-19 yang isolasi mandiri.

Telemedicine akan memberikan layanan konsultasi dokter gratis setiap hari selama masa isoman 14 hari. Layanan ini juga bisa mengeluarkan resep obat dan menyambungkan ke apotek-apotek untuk mengirimkan obatnya atau juga pasien bisa ambil sendiri ke apotek di Jakarta.

Untuk pengiriman paket obat, lanjut Menkes, dibantu oleh jasa ekspedisi Sicepat. Nantinya untuk konsultasi gratis akan difasilitasi oleh 11 platform telemedicine, sementara untuk biaya obat gratis disediakan oleh Kementerian Kesehatan, dan untuk pengirimannya dibantu oleh Sicepat.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya