Cara Agar Anak Tidak Dehidrasi Saat Latihan Puasa di Bulan Ramadan

Kontributor: Balqis Fallahnda, tirto.id - 4 Mei 2020 14:33 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah dehidrasi pada anak saat puasa.
tirto.id - Puasa berarti menahan nafsu akan rasa lapar dan haus serta menahan diri untuk tidak melakukan dosa. Tantangan dalam menahan 2 hal inilah yang seringkali mendatangkan masalah pada beberapa orang yang tidak kuat, terutama untuk anak-anak yang baru belajar.

Ibadah puasa selama hampir 14 jam ini seringkali membuat anak yang sedang berlatih puasa tidak mendapatkan pasokan air yang cukup ke dalam tubuhnya. Bila kondisi ini berlangsung maka yang terjadi adalah ancaman dari dehidrasi.

Tentu tidak bisa membiarkan keadaan ini berlarut-larut. Mengatur pasokan air ke dalam tubuh anak saat puasa adalah hal yang penting untuk dilakukan agar mengurangi dehidrasi pada anak.

Dua pertiga dari tubuh terdiri dari air. Dehidrasi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Ketika dehidrasi terjadi, tubuh tidak memiliki cukup cairan, padahal tubuh memerlukan air untuk berfungsi dengan baik. Demikian sebagaimana ditulis Healthline.

Jika tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan masalah medis yang serius. Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah dehidrasi pada anak saat puasa.

Tanda-tanda anak mengalami dehidrasi

  • pusing
  • mual
  • sakit kepala
  • urin berwarna kuning gelap atau coklat
  • bibir, lidah, mulut atau tenggorokan kering
Kebutuhan air harian anak menurut rentang usia

  • Usia 5 hingga 8 tahun: 5 gelas (1 liter) per hari
  • Usia 9 hingga 12 tahun: 7 gelas (1.5 liter) per hari
  • Usia 13 ke atas: 8 hingga 10 gelas (2 liter) per hari

Anak-anak memerlukan ekstra pasokan air saat mereka melakukan olahraga. Demikian sebagaimana melansir Healthdirect.

Air putih dan buah-buahan saat sahur dan berbuka

Saat berbuka dan sahur berikan air putih dan buah-buahan yang kaya cairan pada anak. Pastikan anak mendapatkan pasokan air harian mereka. Agar tidak bosan, ibu dapat megolah buah-buahan menjadi jus alami yang disukai anak. Vitamin pada buah dapat memberikan anak energi lebih dalam menjalani puasa.

Lakukan olahraga atau aktifitas fisik di sore hari

Banyak anak dehidrasi saat bermain dan olahraga. Anak yang aktif biasanya akan sangat sulit mengurangi aktifitas fisik atau olahraga mereka. Kegiatan olahraga akan menguras cairan dalam tubuh anak. Menyiasatinya, jadwalkan kegiatan olahraga di sore hari, karena di sore hari cuaca tidak akan terlalu terik sehingga mengurangi cairan atau keringat yang dikeluarkan. Di samping itu, waktu berbuka juga akan segera tiba.

Baca juga artikel terkait PUASA atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight