Menuju konten utama

Capres-Cawapres Disebut Jarang Sentuh Isu Pendidikan Saat Kampanye

Isu pendidikan dinilai oleh JPPI kurang disentuh oleh paslon capres-cawapres selama kontestasi Pilpres 2019 ini berlangsung.

Capres-Cawapres Disebut Jarang Sentuh Isu Pendidikan Saat Kampanye
Banner Debat Capres perdana di Hotel Bidakara, Jakarta Kamis 17 Januari 2019. ANTARA FOTO/Rangga Jingga

tirto.id - Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai, isu pendidikan kurang banyak disentuh selama kontestasi politik 2019 ini berlangsung.

Padahal, kata dia, isu pendidikan termasuk hal penting untuk disoroti kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut.

"Tampaknya isu pendidikan tidak dianggap isu penting, karena kurang banyak disinggung dan dibicarakan oleh kedua paslon. Padahal Human Development Index [HDI] kita masih rendah," ujarnya kepada Tirto, Senin (11/3/2019).

Padahal, menurut Ubaid, ada beberapa hal terkait pendidikan yang setidak menarik untuk didiskusikan lebih lanjut oleh kedua paslon tersebut. Antara lain terkait akses, kualitas, dan anggaran pendidikan.

"Soal akses kita masih punya kendala di level SMA, SMK, dan MA, aksesnya masih sangat rendah. Program wajar [wajib belajar] 12 tahun tidak banyak berjalan di level provinsi," tuturnya.

Ubaid mengatakan, kelompok-kelompok marjinal seperti anak difabel, anak perempuan, anak dari keluarga miskin, korban bencana dan korban konflik, belum mendapatkan akses pendidikan yang merata.

Begitu juga dengan persoalan kualitas. Menurutnya, kualitas tenaga ajar dan kurikulum pendidikan di Indonesia masih tidak sebanding dengan negara-negara lain.

"Belum banyak berkontribusi pada peningkatan kualitas peserta didik," ujarnya.

Yang tak kalah pentingnya, tambah dia, yakni persoalan anggaran dan kesejahteraan. Ubaid menilai, gaji tenaga ajar baik di pusat maupun daerah belum mengarah kepada peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga perlu ada terobosan baru untuk menyelesaikan persoalan macam ini.

"Harus ada terobosan bahwa anggaran 20 persen untuk pendidikan itu harus di luar gaji," pungkasnya.

Pada 17 Maret 2019 nanti akan diselenggarakan debat ketiga antara para calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat. Debat tersebut bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ini akan disiarkan secara langsung di Trans TV, Trans7, dan CNN TV Indonesia.

Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Pendidikan
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno