Menuju konten utama
Cap Go Meh 2023

Cap Go Meh 2023: Resep Bebek Peking dan Filosofinya

Resep Bebek Peking dan cara membuatnya yang biasa disajikan saat perayaan Cap Go Meh.

Cap Go Meh 2023: Resep Bebek Peking dan Filosofinya
Ilustrasi bebek peking. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Cap Go Meh menjadi salah satu perayaan besar yang dinanti-nanti oleh masyarakat Tionghoa selain Imlek.

Tahun ini, perayaan Cap Go Meh akan jatuh pada 5 Februari 2023, tepatnya 15 hari setelah peringatan Tahun Baru Cina pada 22 Januari lalu.

Dalam bahasa Hokkien, Cap Go Meh memiliki arti "malam kelimabelas". Cap Go Meh juga merupakan rangkaian terakhir dari perayaan Imlek yang menandakan datangnya musim semi.

Cap Go Meh dirayakan oleh semua orang keturunan Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Saat Cap Go Meh tiba, banyak rumah atau jalanan yang dihiasi dengan lampion sehingga perayaan ini pun kerap disebut sebagai Festival Lampion.

Tak hanya lampion, Cap Go Meh juga biasanya dirayakan dengan pertunjukan tari barongsai yang sangat meriah.

Merayakan Cap Go Meh tentu tak lengkap tanpa sajian makanan khas dari negeri asalnya. Salah satu makanan yang sering disajikan saat Cap Go Meh adalah bebek peking (peking duck).

Sesuai namanya, bebek peking merupakan makanan khas Cina yang berasal dari Peking (Beijing). Makanan ini berupa bebek yang dipanggang secara utuh dengan bumbu rempah hingga kulitnya berwarna kemerahan.

Bebek Peking tak hanya lezat, tapi juga punya filosofi tersendiri. Dalam kebudayaan Cina, bebek peking memiliki makna kesetiaan dan kemakmuran.

Bebek peking juga biasanya disajikan secara utuh sebagai simbol persatuan atau keutuhan keluarga.

Dengan maknanya yang sangat positif, tak heran bila bebek peking selalu jadi hidangan pembuka di awal tahun dengan harapan bisa mendatangkan keberuntungan.

Resep Bebek Peking untuk Cap Go Meh

Berikut adalah bahan dan cara membuat bebek peking seperti dikutip laman allrecipes.com:

Bahan-bahan:

  • 1 ekor bebek, dibalut
  • ½ sendok teh bubuk kayu manis
  • ½ sendok teh jahe bubuk
  • ¼ sendok teh pala bubuk
  • ¼ sendok teh lada putih bubuk
  • ⅛ sendok teh cengkih bubuk
  • 3 sendok makan kecap, dibagi
  • 1 sendok makan madu
  • 5 daun bawang, dibagi
  • ½ cangkir selai prem
  • ¼ cangkir chutney cincang halus
  • 1 ½ sendok teh gula
  • 1 ½ sendok teh cuka putih suling
  • 1 buah jeruk, iris bulat
  • 1 sendok makan peterseli segar cincang, untuk hiasan

Cara membuat:

  1. Bersihkan dan bilas bebek bagian luar dan dalamnya; keringkan. Potong ekornya dan buang.
  2. Campurkan kayu manis, jahe, pala, lada putih, dan cengkeh dalam mangkuk kecil. Taburkan 1 sendok teh campuran bumbu ke dalam rongga bebek.
  3. Aduk 1 sendok makan kecap ke dalam campuran bumbu yang tersisa dan gosokkan secara merata ke seluruh bagian luar bebek. Potong 1 daun bawang menjadi dua dan masukkan ke dalam rongga. Tutup dan dinginkan bebek setidaknya selama 2 jam atau hingga semalaman.
  4. Tempatkan dada bebek di atas rak yang diatur dalam wajan atau panci. Kukus selama 1 jam, tambahkan air lebih banyak saat menguap.
  5. Angkat bebek dengan dua sendok besar untuk mengeluarkan sari dan daun bawang. Tempatkan dada bebek di atas wajan panggang dan tusuk kulitnya dengan garpu.
  6. Panaskan terlebih dulu oven ke 375 derajat F (190 derajat C).
  7. Panggang bebek dalam oven yang sudah dipanaskan selama 30 menit.
  8. Campurkan sisa 2 sendok makan kecap dan madu dalam mangkuk kecil. Oleskan campuran madu ke bebek.
  9. Tingkatkan suhu oven hingga 500 derajat F (260 derajat C). Panggang sampai kulitnya berwarna kecokelatan, sekitar 5 menit. Jangan biarkan kulit menjadi hangus.
  10. Campur selai prem, chutney, gula, dan cuka dalam mangkuk saji kecil. Potong bawang hijau yang tersisa dan tempatkan ke dalam mangkuk terpisah.
  11. Tempatkan bebek utuh di atas piring saji dan hiasi dengan irisan jeruk dan peterseli segar. Sajikan dengan saus prem dan daun bawang cincang.

Baca juga artikel terkait CAP GO MEH 2023 atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Dhita Koesno