Cacar Monyet di Indonesia, Cara Pencegahan & Soal Vaksin Monkeypox

Penulis: Yulaika Ramadhani - 28 Jun 2022 08:50 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Cacar Monyet di Indonesia, apakah sudah ada kasus penularannya? Bagaimana cara mencegahnya? Berikut selengkapnya.
tirto.id - Cacar Monyet di Indonesia, apakah sudah ada kasus penularannya? Terkait persoalan ini Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril turut menjelaskan.

Kemenkes menyatakan hingga saat ini, belum ditemukan kasus konfirmasi cacat monyet atau Monkeypox di Indonesia.

"Alhamdulillah untuk di Indonesia saat ini kasusnya belum ada. Jadi konfirmasi belum ada probable juga belum ada," kata Syahril di konferensi pers virtual, Jumat (24/6/2022).

Beberapa waktu lalu, terdapat 9 kasus dugaan cacar monyet di Indonesia. Terkait hal ini, Kemenkes menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh kasus tersebut ternyata bukan termasuk cacar monyet.

Infografik SC Cacar Monyet
Infografik SC Cacar Monyet. tirto.id/Fuad


Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat zoonosis. Zoonosis merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia.

Penyakit ini merupakan penyakit endemik di Afrika Barat dan Tengah. Beberapa waktu lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini wabah tersebut telah melanda negara-negara di Benua Amerika dan Eropa, namun hingga saat ini belum ditemukan kasus cacar monyet yang dilaporkan dari Indonesia, demikian sebagaimana dilaporkan Kemenkes.

Penularan banyak ditemukan pada orang yang melakukan kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 21 hari. Fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.


Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet


Bagaimana Monkeypox dapat dicegah? Monkeypox dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya, sebagaimana direkomendasikan Kemenkes:

  1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
  3. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, termasuk tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai penderita.
  4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat)
  5. Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.
  6. Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Vaksinasi Cacar Monyet atau Vaksin Monkeypox, Sudah Adakah?


Apakah sudah tersedia Vaksin Monkeypox?

Kemenkes menjelaskan, vaksin yang digunakan selama program pemberantasan cacar (smallpox) memberikan perlindungan terhadap monkeypox. Vaksin baru yang dikembangkan untuk smallpox telah disetujui pada tahun 2019 untuk digunakan dalam mencegah monkeypox namun ketersediaan global masih terbatas.


Baca juga artikel terkait CACAR MONYET atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight