Cacar Air, Penyakit Sangat Menular yang Bisa Dicegah dengan Vaksin

Oleh: Yulaika Ramadhani - 21 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
Cacar air adalah penyakit kulit sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster.
tirto.id - Cacar air tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga orang dewasa. Ruam kulit yang kemudian melepuh dan berair di banyak bagian tubuh ini tentu sangat mengganggu aktivitas dan diketahui sangat menular.

Virus cacar air dapat menyebar hanya dengan melalui kontak langsung dengan penderita cacar air, bahkan melalui udara.

Apa itu cacar air, ada baiknya untuk mengenali penyakit ini, agar kita bisa sigap menanganinya sewaktu-waktu.

Mengenal Cacar air, siapa saja yang berpotensi menderita penyakit ini?

Web MD menjelaskan, cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Anak-anak di bawah usia 2 tahun paling berisiko terkena cacar air. Faktanya, 90% dari semua kasus terjadi pada anak kecil. Tetapi remaja dan orang dewasa juga bisa berpotensi menderita penyakit kulit ini.

Cacar air umumnya ringan, terutama pada anak-anak. Tetapi dalam kasus yang parah, lepuh bisa menyebar ke hidung, mulut, mata, dan bahkan alat kelamin.


Bagaimana penularan cacar air?

Cacar air ditularkan dengan sangat mudah. Virus Varicella-zoster sangat mudah menyebar. Masih dari sumber Web MD, virus tersebut dapat keluar dari cairan dari kulit penderita yang melepuh. Jika cairan tersebut jatuh ke meja, virus tersebut akan turut menyebar dan berpotensi menyerang siapapun yang terkena cairan dari penderita cacar air sebelumnya.

Virus cacar air juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita cacar air, bahkan melalui udara.

Dilansir dari Mayo Clinic, ruam merah dan kulit melepuh akan muncul setelah 10-21 hari setelah penularan virus Varicella-zoster dan infeksinya bisa selama lima hingga sepuluh hari.

Apa gejala cacar air?

Tanda dan gejala biasanya mungkin muncul satu hingga dua hari sebelum ruam, yaitu demam, kehilangan selera makan, sakit kepala, kelelahan dan perasaan umum tidak sehat (malaise).

Setelah ruam cacar air muncul, ia akan melalui tiga fase:
  • Munculnya benjolan merah muda atau merah (papula), yang pecah selama beberapa hari
  • Kulit melepuh dan akan terisi cairan (vesikula), berbentuk dari benjolan yang timbul selama sekitar satu hari sebelum pecah dan bocor
  • Munculnya Kerak dan kudis, yang menutupi cairan yang pecah. Fase ini membutuhkan beberapa hari untuk sembuh.
Benjolan baru terus muncul selama beberapa hari.

Setelah terinfeksi, penderita cacar air sudah dapat menyebarkan virus hingga 48 jam sebelum ruam muncul. Penderita tetap menularkan virus Varicella-zoster sampai semua bintik-bintik kering dan mengeras.

Apakah cacar air bisa dicegah?

Cacar air dapat dicegah dengan vaksinasi atau imunisasi dengan vaksin Varicella. Vaksin varicella atau vaksin cacar air merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah virus varicella zoster yang menjadi penyebab penyakit cacar air.

Vaksin ini, di AS, telah mendapat lisensi untuk digunakan sejak tahun 1995.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin cacar air pada usia diatas 12 bulan, dengan usia terbaik sebelum memasuki sekolah dasar. Jika vaksin diberikan pada anak usia di atas 13 tahun, vaksin cacar air dapat diberikan sebanyak dua kali dengan jarak waktu pemberian sekitar 1 bulan.

Pengobatan cacar air

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meringankan gejala dan mencegah infeksi kulit. Dilansir dari laman CDC, calamine lotion dan mandi oatmeal koloid dapat membantu meringankan gatal.

Selain itu memotong kuku dapat membantu mencegah infeksi kulit yang disebabkan oleh lecet karena garukan.

Pengobatan cacar air dapat dilakukan dengan menggunakan obat non-aspirin, seperti acetaminophen, untuk meredakan demam akibat cacar. Jangan menggunakan aspirin atau produk yang mengandung aspirin untuk meredakan demam akibat cacar air. Penggunaan aspirin pada anak-anak dengan cacar dapat menyebabkan sindrom Reye, penyakit parah yang mempengaruhi hati dan otak dan dapat menyebabkan kematian.



Baca juga artikel terkait CACAR AIR atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight