Buntut Kasus Mapala UII, Rektor Mengundurkan Diri

Reporter: Mutaya Saroh - 26 Jan 2017 16:10 WIB
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Harsoyo mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor menyusul tragedi tewasnya tiga mahasiswa setelah mengikuti program pendidikan dasar MAPALA UII di Gunung Lawu, Jawa Tengah.
tirto.id - Menyusul tragedi kegiatan pendidikan dasar Pendidikan Dasar The Great Camping (TGC) XXXVII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi UII Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Harsoyo memutuskan mengundurkan diri sejak dua hari lalu, Selasa (24/1/2017).

"Sebagai tanggung jawab moral atas kejadian ini saya mengundurkan diri sebagai rektor," ungkap Harsoyo, dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Kantor Kopertis Wilayah V, Yogyakarta, Kamis (26/1/2017).

Ia mengaku pengunduran dirinya tanpa paksaan dari pihak manapun. Ia mengatakan bahwa kejadian ini merupakan tragedi memilukan yang seharusnya tidak terjadi, sebab sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi.

"Kecelakaan fatal pun belum pernah terjadi, tapi ini bahkan bukan kecelakaan, sudah ada yang meninggal," ujarnya.

Harsoyo mengakui ada indikasi kekerasan dalam acara pelaksanaan. Kekerasan itu dilakukan terhadap peserta pendidikan dasar yang ikut berlatih di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Sayangnya indikasi kekerasan tersebut belum dapat diungkap saat ini.

Meski sudah tidak aktif sebagai rektor, ia mengatakan akan tetap mengikuti proses tersebut sampai tuntas.

Pengunduran diri Harsoyo sebagai rektor UII dibenarkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dalam jumpa pers di Yogyakarta.

"Saya mengapresiasi pengunduran diri Pak Rektor sebagai bentuk tanggung jawab," kata Menristekdikti pada awak media, di Yogyakarta.

Kegiatan Pendidikan Dasar Unit Kegiatan Mahasiswa "The Great Camping" MAPALA Universitas Islam Indonesia (UII) pada 13-20 Januari lalu di Gunung Lawu, Jawa tengah telah menewaskan tiga orang korban antara lain Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmy Listiyadi.

Baca juga artikel terkait KORBAN MAPALA atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh

DarkLight