Bulog Siapkan Cadangan Beras Pemerintah 950 Ribu Ton Sepanjang 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 9 April 2020
Bulog menargetkan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sepanjang tahun 2020 di kisaran 950 ribu ton.
tirto.id - Bulog menargetkan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sepanjang tahun 2020 di kisaran 950 ribu ton. Bulog mencatat CBP di awal tahun 2020 berada di kisaran 1,88 juta ton dan kebutuhan penyaluran berada di kisaran 1,62 juta ton. Dengan demikian penambahan 950 ribu ton itu diperlukan menjaga pasokan.

“Target tersebut ditujukan untuk menjaga stok CBP di kisaran 1-1,5 juta ton,” ucap Direktur Utama Bulog Budi Waseso akrab disapa Buwas, dalam rapat dengar pendapat (RDP) virtual bersama Komisi IV DPR RI, Kamis (9/4/2020).

Adapun dari 1,62 juta ton itu, sekitar 1,2 juta ton digunakan untuk operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga. Sisanya, 15 ribu ton untuk alokasi bencana alam, golongan anggaran 100 ribu ton, dan Bantuan Pangan Non Tunai Khusus 300 ribu ton.

Sekitar 950 ribu ton itu akan dipenuhi dari penyerapan gabah petani selama panen padi di tahun 2020. Untuk masa panen pertama, April-Juni 2020 ada target penyerapan gabah sebanyak 577 ribu ton.

April 2020, Perum Bulog menargetkan penyerapan gabah atau beras dalam negeri sebanyak 222.000 ton, kemudian selama Mei 207.000 ton beras, dan Juni 148.000 ton. Selama 3 bulan itu, banyaknya setara 61 persen total target penyerapan gabah 2020.

Buwas menyatakan dalam penyerapan gabah atau beras di masa panen ini, Bulog akan mengikuti kebijakan pemerintah dalam harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru. Dalam hal ini mengacu Permendag 24 tahun 2020 yang merevisi HPP sesuai Instruksi Presiden No. 5 tahun 2015.

“Mengacu pada harga pembelian pemerintah [HPP] untuk menjaga harga di tingkat petani di tengah jumlah pasokan meningkat ketika panen,” ucap Buwas.

Adapun sesuai rencana kebijakan Bulog terbaru. CBP ini akan disediakan dalam kualitas beras premium. sebagian penyerapan akan dilakukan dalam gabah sehingga bisa disimpan dalam waktu lama alih-alih beras yang cukup terbatas waktu simpannya.


Baca juga artikel terkait PASOKAN BERAS atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight