Bulan Penuh Diskon dan Cashback E-Commerce di Ramadan

Infografik Diskon e-commerce di ramadan
Pengunjung melintasi papan promo diskon saat Solo Great Sale 2018 di pusat perbelanjaan Solo Paragon Mall, Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2018). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Oleh: Ahmad Zaenudin - 25 Mei 2018
Dibaca Normal 2 menit
Selama Ramadan, beragam e-commerce menawarkan program diskon dan cashback.
tirto.id - Siapa yang tak suka dengan diskon belanja?

Pada umumnya orang tak menampik menyukai diskon atau sejenisnya saat berbelanja. Survei oleh RetailMeNot pada 2013 seperti ditulis oleh Huffington Post menyebut 51 persen dari 10.009 responden berkata lebih terpengaruh pada diskon, tawaran, dan obralan ketika berbelanja online. Kedua survei itu membuktikan bahwa strategi pemasaran untuk menyebar diskon masih cukup ampuh bagi konsumen. Apalagi saat Ramadan, membeli segala macam kebutuhan menjadi tradisi yang sulit dihindari.

Perusahaan e-commerce Shopback, dalam paparannya berjudul “Ramadan Online Shopping Tren” mengatakan “konsumsi belanja masyarakat Indonesia menjelang dan saat Ramadan selalu meningkat setiap tahunnya.” Di tengah perkembangan zaman, peningkatan belanja ini terutama ditopang oleh internet yang sukses melahirkan konsep belanja online alias e-commerce.

Indra Yonathan, Country Head Shopback Indonesia, mengakui secara tersirat soal perkembangan ini. Menurutnya “pergeseran pola perilaku belanja masyarakat ke digital merupakan salah satu faktor penyebab peningkatan transaksi belanja.”

Data SimiliarWeb, yang dikutip Shopback, menunjukkan adanya peningkatan lalu-lintas seluncur menuju platform belanja online seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, BukaLapak, dan Blibli antara 5 hingga 10 persen.

Google Indonesia, dalam paparan berjudul “Tren dan Insight: Perilaku Digital Masyarakat Indonesia Selama Ramadan” mengamini. Pencarian bertema “promo belanja” meningkat hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan lainnya. Beberapa kata kunci promo belanja yang dicari, secara berurutan, yakni: retail, travel, gawai, e-commerce, dan kartu kredit.


Saat Ramadan, banyak e-commerce memanfaatkan momentum Ramadan dengan berbagai program diskon atau penawaran menarik lain. Tokopedia, marketplace yang didirikan William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, menyambut Ramadan tahun 2018 dengan program berjudul “Ramadan Ekstra.” Pada program ini, ada beberapa penawaran menarik yang disodorkan. Salah satunya merupakan penawaran berjudul “Ketupat Ekstra!” Penawaran tersebut merupakan penawaran bagi-bagi kupon, yang berisi hadiah berupa: cashback, gratis ongkir, hingga diskon.

Selain penawaran tersebut, startup yang belum lama ini sukses memperoleh pendanaan hingga $1,3 miliar merilis penawaran cashback hingga 20 persen atau maksimal senilai Rp100 ribu. Cashback yang bisa diaktifkan dengan hanya memasukkan kode “EXTRAYOU” hanya berlaku untuk produk fashion dan kecantikan.

Selain Tokopedia, marketplace BukaLapak, juga ikut meramaikan Ramadan. Startup keempat asal Indonesia yang sukses menyandang gelar unicorn tersebut merilis program “Buka yang Baik,” yang salah satu penawarannya, ialah cashback hingga Rp500 ribu. Cashback terbagi dalam dua kode voucher, yakni “BUKAYANGBAIK”, cashback sebesar 20 persen atau senilai maksimal Rp50 ribu dan “MAKINBAIK”, cashback sebesar 5 persen atau senilai maksimal Rp100 ribu.

Selain itu, khusus di hari Rabu-Kamis, BukaLapak mengaktifkan cashback “BUKAYANGFIT” sebesar 15 persen atau maksimal Rp60 ribu khusus untuk produk-produk makanan tertentu.

Marketplace lainnya yang turut meramaikan Ramadan ialah Shopee. Shopee, yang di akhir tahun lalu sukses membukukan 98,3 juta pesanan, merilis program berjudul “Big Ramadhan Sale.” Program tersebut salah satunya menawarkan hadiah emas dalam “Grand Prize Lucky Draw” yang dilakukan dengan mengumpulkan golden ticket melalui berbagai pembelian di Shopee dalam rentang 15 Mei sampai 17 Juni 2018.


Selain emas, Shopee juga memberikan penawaran diskon hingga 70 persen dalam penawaran berjudul “Shopee Selebriti Squad”, penawaran potongan harga pada toko-toko resmi milik selebritas yang ada di Shopee.

Di samping nama-nama marketplace, ada pula toko online lain seperti Lazada hingga JD.id yang membikin program khusus Ramadan. Lazada, e-commerce yang dibentuk Rocket Internet pada 2011 dan kini dimiliki Alibaba, merilis program bernama #Puasale, yang menawarkan diskon berbagai produknya hingga 90 persen. Sementara itu, JD.id, yang sebagian sahamnya dimiliki Tencent, meluncurkan program #AsliTulus, yang menawarkan diskon hingga 95 persen dalam rentang 22 hingga 28 Mei 2018.



Ujung-Ujungnya Konsumtif


Prasad Vana, Assistant Professor of Marketing Tuck School of Business, dalam papernya berjudul “Cashback is Cash Forward: Delaying a Discount to Encourage Future Spending” mengatakan cashback merupakan promosi harga di mana perusahaan yang menawarkan menjanjikan pengembalian dana beberapa bagian atas pembelian produk yang dilakukan.

Di sisi konsumen, ini menggiurkan tetapi terlihat merugikan bagi perusahaan yang menawarkannya. Namun, Vana dalam papernya itu menyebut bahwa cashback merupakan strategi pemancing agar si pelanggan kembali ke perusahaan yang menawarkan dan kembali membelanjakan uangnya.

Vana, dalam penelitian pada perusahaan yang menawarkan cashback di Amerika Serikat, menyebut bahwa penawaran cashback senilai $1, meningkatkan kemungkinan konsumen untuk membeli kembali sebesar 0,02 persen dan meningkatkan uang yang dihabiskan sebesar $0,32.



Strategi pemberian cashback bukanlah strategi murah. Dalam sejarahnya, menurut apa yang diungkap Vana, Ebates situs hadiah belanja yang merupakan salah satu yang terbesar mengeluarkan cashback. Pada 1998, mereka mengucurkan $800 juta untuk menghidupi program ini. Selain itu ada Quidco, yang pada 2016 mengeluarkan uang senilai $64 juta untuk program cashback.

Cashback maupun diskon disenangi konsumen. Penelitian yang dilakukan Paul J. Zak, profesor Neuroeconomics pada Claremont Graduate University, sebagaimana diwartakan Huffington Post mengamini hal ini. Menurutnya, pada orang-orang yang menerima diskon, terjadi peningkatan level oxytocin yang mengakibatkan si penerima 11 persen lebih bahagian dibandingkan mereka yang tidak menerima diskon.

Pemberian cashback maupun diskon, khususnya selama Ramadan, dibuat oleh pelaku e-commerce agar para konsumen lebih banyak mengeluarkan uang. Namun, perlu menjadi catatan, membelanjakan uang hanya demi alasan diskon atau cashback tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan akan membuat orang terjebak pada perilaku konsumtif, dan berpotensi pada masalah keuangan.

Baca juga artikel terkait E-COMMERCE atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Suhendra
DarkLight