Budiman Sudjatmiko dkk Desak Dirjen Pemasyarakatan Mundur

Reporter: Adi Briantika - 13 Sep 2021 14:28 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Para eks narapidana politik era Orde Baru mendesak Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mundur setelah kebakaran Lapas Tangerang.
tirto.id - Sebanyak sepuluh mantan narapidana politik era Orde Baru merespons soal kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Salah satu eks napol Fauzi Isman kasus Lampung periode 1989-1998, menilai kebakaran penjara ini bukanlah yang pertama terjadi, bahkan ini adalah yang terburuk.

“Kebakaran di penjara bukanlah perkara remeh, karena ada nyawa yang hilang. Ini menyangkut masalah pengabaian hak asasi manusia oleh negara. Kasus ini menunjukkan ada masalah serius dalam tata kelola pemasyarakatan di Indonesia,” ujar salah satu napol, Fauzi Isman, Senin (13/9/2021).

Sepuluh eks narapidana politik yaitu Petrus Hariyanto (napol PRD 1996-1999); Fauzi Isman (napol Kasus Lampung 1989-1998); Tri Agus Susanto alias TASS (napol Pijar 1995-1997); Wilson (napol PRD 1996-1998); Roso Suroso (napol PRD 1996-1999); Isti Nugroho (napol Kasus Diskusi Buku Pramudya Ananta Toer); Eko Maryadi (napol Aliansi Jurnalis Independen 1995-1997); Ken Budha Kusumandaru (napol PRD Tahun 1996-1998); Budiman Sudjatmiko (napol PRD 1996-1999); dan Jacobus Eko Kurniawan alias JEK (napol PRD 1996-1999).

Mereka mendesak agar Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk segera mereformasi tata kelola pemasyarakatan. Jangan hanya janji manis saja.

“(Kami) mendesak Dirjen Pemasyarakatan mengundurkan diri sebagai tanggung jawab kelalaiannya telah menyebabkan 44 orang narapidana terbakar dan meninggal dunia,” kata Fauzi.

Lima hari setelah kebakaran, polisi telah memeriksa 42 saksi dari pegawai Lapas Tangerang hingga petugas Perusahaan Listrik Negara. Dalam kebakaran Lapas Tangerang, terdapat 46 narapidana meninggal.




Baca juga artikel terkait KEBAKARAN LAPAS TANGERANG atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Zakki Amali

DarkLight