BTP Bebas: Positif di Twitter, Negatif di Instagram & Facebook

Oleh: Arbi Sumandoyo - 25 Januari 2019
Dibaca Normal 4 menit
Karier politik Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta selalu jadi santapan media. Ia adalah newsmaker.
tirto.id - Apa pun yang menyangkut Basuki Tjahaja Purnama menjadi sorotan media. Apa pun ucapan dan tindakannya jadi santapan media. Ahok pergi ke sana, Ahok pergi ke situ, Ahok berkata ini, Ahok berkata anu. Semuanya dimakan media. Ia adalah representasi apa yang disebut newsmaker--sosok yang selalu jadi bahan berita.

Ahok sebagai newsmaker bermula ketika BTP--saat itu masih dipanggil "Ahok"--berpasangan dengan Joko Widodo dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Ketika keduanya memimpin Balai Kota, memakai retorika kampanye "Jakarta Baru", para pendukungnya menilai mereka membawa perubahan bagi Jakarta. "Perubahan" itu adalah menata ibu kota yang punya masalah bertumpuk, termasuk melakukan reformasi birokrasi di kelurahan, tumpuan keluhan utama warga Jakarta.

Sorotan kamera dan pemberitaan terhadap BTP terus bertahan terlebih ketika dia menggantikan Jokowi, yang meninggalkan Balai Kota demi kursi presiden pada 2014.

Pada akhir 2016, di tengah panggung Pilkada Jakarta, BTP menghadapi mobilisasi "umat Islam"--dikenal 'Aksi 212--setelah dituduh melakukan "penodaan agama" karena ucapannya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang mengutip Surat Al-Maidah 51.

Usai kalah dalam Pilkada oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, puncaknya, BTP divonis dua tahun penjara pada Mei 2017.

Pendukungnya menggelar "lilin untuk Ahok". Mereka mengikuti lokasi penjara BTP di Rutan Mako Brimob, Kota Depok, dan beberapa dari mereka getol membesuk demi melihat idolanya.

Di penjara, ia masih terus jadi perhatian. Tahun lalu, kehidupan rumah tangganya jadi santapan media saat cerai dengan Veronica Tan. Tahun lalu juga, saat ada kerusuhan napi teroris di penjara Mako Brimob, nama Ahok disebut-sebut dengan sudut perhatian soal keselamatannya.

Kebiasaan dan surat-suratnya dari dalam penjara pun mendapatkan pemberitaan serupa.

Kamis Kemarin, 24 Januari, Ahok yang minta dipanggil BTP bebas dari hukuman penjara. Dan pemberitaan mengenai kebebasannya mewarnai semua kanal media, termasuk media sosial.

Redaksi Tirto memakai perangkat Newstensity, sebuah platform analisis untuk mengukur sentimen media termasuk media sosial, mengabarkan BTP keluar dari penjara.

Kami membatasi rentang pemberitaan dan percakapan apa pun terkait BTP bebas dari 17 Januari hingga 24 Januari 2019. Memakai kata kunci "Ahok Bebas", platform Newstensity menangkap ada 218.920 konten di Twitter, 16.057 konten di Instagram, 7.868 konten di Facebook, dan 9.801 konten di YouTube.

Di media massa, total ada 1.943 artikel dari 102 media online yang menangkap "Ahok bebas", 171 artikel dari 68 media cetak, dan 117 artikel dari 17 media televisi.

Kabar mengenai BTP Bebas

Pada Kamis, 17 Januari 2019, akun Instagram resmi @basukibtp mengunggah surat kepada Ahokers--para pendukungnya--yang berencana menyambut idolanya bebas dari penjara pada 24 Januari. Surat itu meminta Ahoker tidak perlu datang ke Mako Brimob. Ahok juga minta publik memanggilnya BTP--akronim dari nama lengkapnya.

HL News Sentiment Ahok
News Sentiment Ahok 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


Postingan itu ditangkap oleh media online. Ada 58 berita dari media online yang menulis kabar ini. Sehari kemudian, nama BTP muncul dalam 157 artikel yang ditayangkan di media online.

Total, dari semua pemberitaan media online dari 17 Januari hingga 24 Januari, Newstensity menangkap 66 persen berita bernada positif, 19 persen sentimen negatif, dan 15 persen bernada netral.

Media cetak pun menangkap hal serupa. Sudut perhatiannya macam-macam, serupa dengan media daring.

HL News Sentiment Ahok
Print News Ahok 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


Apa pun tentang BTP dinarasikan dengan beragam sisi, dari dugaan keterlibatan dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) yang kembali dimunculkan lagi oleh media bernama Harian Terbit, hingga profil Bripda Puput Nastiti Devi, ajudan Veronica Tan, yang dikabarkan akan menikah dengan BTP seperti ditulis Harian Surya.

Sentimen di media cetak: dari 171 artikel, 71 persen memuat positif, 17 persen negatif, 12 persen netral.

Sementara di media televisi, selama periode sepekan, dari 117 pemberitaan mengenai Ahok bebas, 37 persennya memiliki sentimen positif, 13 persen negatif, 50 persen bernada netral.

HL News Sentiment Ahok
TV News 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


BTP dalam Perbincangan Warganet

Di Twitter, sedikitnya warganet memakai empat tagar demi menyambut Basuki Tjahaja Purnama bebas. Tagar itu adalah #AhokBebas, #BTPBEBAS, #BTPpulang, #BTPOrangbaik, dan #WelcomeBackBTP. Tagar terakhir menjadi topik tren di Twitter.

Selama sepekan, ada 185,4 ribu cuitan dari 66,1 ribu pengguna dengan topik BTP Bebas di Twitter. Percakapan itu mula-mula belum banyak ditanggapi warganet ketika kabar BTP bakal bebas pada 17 Januari 2019. Namun, reaksi warganet makin meningkat hingga sehari sebelum ia bebas. Puncaknya, pada Kamis kemarin, kabar BTP bebas menjadi trending topic.

HL News Sentiment Ahok
Twitter Ahok 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


Di Instagram, konten video dan foto serta komentar turut membicarakannya. Dari 1,4 ribu postingan, sentimennya sama-sama sebanding untuk positif, negatif, dan netral.

HL News Sentiment Ahok
Instagram Ahok 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


Sentimen Negatif BTP di Facebook dan YouTube

Jika di Twitter sentimen percakapan tentang BTP berisi positif, dan di Instagram sebaran sentimennya sebanding; di Facebook dan YouTube, konten BTP bebas mengandung sentimen negatif.

Penyebabnya, BTP dalam setiap postingan berita media online yang diunggah cenderung dikomentari netizen dengan nada negatif.

Misalnya, postingan berita detik.com berjudul “Ikut Kumpul Pendukung di Kalijodo, Rizal dkk Cerita Diumrahkan BTP” yang diunggah di laman Facebook pada Kamis, 24 Januari, kemarin.

Postingan itu dibagikan 275 kali dengan 74 komentar bernada negatif. Warganet yang menjadi pendukung BTP saling menghujat di kolom komentar ketika ada komentar nyinyir tentang BTP.

HL News Sentiment Ahok
Facebook Ahok 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


Tangkapan Newstensity di Facebook, dari 483 unggahan mengenai BTP bebas sepanjang sepekan, dengan 6,8 ribu percakapan, sebanyak 42 persennya memuat nada negatif, 26 persen positif, dan 32 persen netral.

Di kanal YouTube, sebagaimana Newstensity menangkap percakapan dengan topik yang sama, komentar warganet mengandung sentimen serupa Facebook.

HL News Sentiment Ahok
Youtube Ahok 17-24 Januari. Sumber/Newstensity


Newstensity menangkap, dari 217 postingan dengan 9,1 ribu komentar selama periode sepekan, 45 persennya bernada negatif, 31 persen positif, dan 24 persen netral.

Baca juga artikel terkait BASUKI TJAHAJA PURNAMA atau tulisan menarik lainnya Arbi Sumandoyo
(tirto.id - Politik)


Penulis: Arbi Sumandoyo
Editor: Fahri Salam
Artikel Lanjutan