BTN Sebut Pertumbuhan Kredit Apartemen Minus Berat di 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 3 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Anjloknya Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan KPR non subsidi di BTN turun.
tirto.id - Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mengalami pukulan paling berat selama 2020. Anjloknya KPA ikut menjadi salah satu pendorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) non subsidi BTN turun.

“KPR non subsidi masih tumbuh minus terutama di segmen yang terkena dampak adalah KPA. KPA tumbuhnya minus berat karena di masa pandemi orang agak mengurangi investasi di apartemen,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI, Selasa (2/2/2021).

Penurunan yang tak kalah besar dengan KPA juga dialami KPR untuk rumah dengan harga di atas Rp1 miliar. Namun, KPR non subsidi untuk rumah di tingkat harga Rp300 juta masih tumbuh meski relatif melambat dari tahun sebelumnya.

Melalui performa itu, KPR non subsidi mengalami kontraksi 1,8 persen selama tahun 2020. Meski demikian kredit KPR bersubsidi masih mencatatkan pertumbuhan positif 3,1 persen di 2020.

“Yang lebih dari Rp1 miliar tumbuhnya sudah negatif apalagi apartemen atau rusun,” ucap Nixon.

Sejalan dengan penurunan KPA, Nixon menjelaskan para pengembang besar akhir-akhir ini semakin mengurangi permintaan kredit untuk keperluan konstruksi bangunan tinggi seperti apartemen, condotel, dan rusunami. Mereka saat ini lebih memilih membangun rumah dalam skala kecil dan jenis rumah tapak atau landed house.

“Developer besar sudah masuk ke size kecil dan landed house Karena kondisi ekonomi,” ucap Nixon.

Tren ini juga sudah diikuti oleh BTN sejak 2017-2018 lalu. Tren itu membuat BTN memutuskan mengurangi penyaluran kredit bagi konstruksi perumahan dengan banguan tinggi atau high rise building.

Pada akhir tahun 2020, penurunan kredit komersial untuk konstruksi high rise building mengalami penurunan yang semakin dalam. Sementara itu kredit konstruksi perumahan biasa juga tercatat turun. Faktor-faktor ini menyebabkan kredit komersial BTN terkontraksi 9,6 persen di 2020.


Baca juga artikel terkait KREDIT KPR atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight