Brasil Izinkan AS Bangun Pangkalan Militer di Wilayahnya

Oleh: AS Rimbawana - 5 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
AS diizinkan membanguna pangkalan militer di Brazil.
tirto.id - Jair Bolsonaro, presiden baru Brasil yang dilantik Selasa (1/1/2019) itu menyatakan negaranya mengizinkan Amerika Serikat membangun pangkalan militer guna melawan pengaruh Rusia di Amerika Latin.

Hal itu lantaran Bolsonaro khawatir atas aktivitas Rusia di Venezuela yang mengadakan latihan militer bersama pada Desember lalu. Namun, Bolsonaro tidak menjelaskan secara spesifik lokasi pangkalan militer tersebut.

Sebagai pengagum Donald Trump, ia juga mengatakan bahwa pangkalan militer itu hanya bersifat simbolis. Karena bagi dia militer AS dapat menjangkau daerah manapun di dunia.

Jose Vicente da Silva, mantan sekretaris keamanan nasional Brasil, yakin negara diuntungkan apabila rencana itu diterapkan.

“Kami memiliki kerja sama yang panjang, terutama dengan DEA (Drug Enforcement Administration). Orang Amerika memiliki kekhawatiran di Amazon karena perdagangan narkoba. Brasil memiliki teknologi Amerika untuk memantau perbatasan dan dapat memperoleh teknologi baru,” kata Da Silva seperti dilansir dari AP News.

Di sisi lain, seperti dilansir dari Sputnik, Rusia mengklaim AS telah meningkatkan keterlibatannya dalam latihan militer selama beberapa tahun terakhir, yang sebagian karena alasan untuk menangkal pengaruh Rusia dan Cina.

Oleh karena itu, AS telah lama mendukung pemerintah sayap kanan di kawasan Amerika Latin untuk melindungi kepentingannya dan pengaruh Rusia.


Dalam sejarah, pasukan militer AS dan Brasil tercatat pernah berkolaborasi antara 1941 dan 1945, termasuk mendirikan pangkalan udara dekat Natal, daerah di pantai timur Brasil.

Presiden AS Franklin Roosevelt menyebut Natal, yang merupakan titik terdekat dari Afrika, sebagai “trampolin kemenangan” selama Perang Dunia II karena mempermudah pasukan sekutu di Afrika mudah dipasok.

Sejak itu, para pemimpin Brasil pada masa kediktatoran, 1964-1985, telah memimpikan pangkalan militer AS di Amerika Latin.

Tak hanya itu, pangkalan militer juga turut digunakan untuk membendung laju komunisme di Amerika Latin selama Perang Dingin berkecamuk.

Hal itu kemudian memicu gerakan pemberontakkan yang menelan korban sekitar 250.000 nyawa. Selain itu, kartel-kartel narkoba juga turut menjadi target incaran militer-militer AS karena memicu gelombang kriminalitas yang tinggi di Meksiko, Amerika Tengah, Kolombia, Brasil, Peru, Paraguay, dan negara-negara lain.

Baca juga artikel terkait BRASIL atau tulisan menarik lainnya AS Rimbawana
(tirto.id - Politik)


Penulis: AS Rimbawana
Editor: Yantina Debora
Kontributor: AS Rimbawana