BPS: Industri Manufaktur Mikro di Luar Jawa Q3-2019 Moncer

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 1 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan industri manufaktur mikro tak hanya terjadi di NTT, namun juga tumbuh pesat provinsi lain di luar Jawa.
tirto.id - Pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) III-2019 naik sebesar 6,19 persen. Angka tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan di Triwulan III (Q3) 2019 merupakan pertumbuhan tertiggi dibandingkan d Triwulan III (Q3) 2018 dan 2017.

"Pertumbuhan di Triwulan III 2019 tertinggi yaitu mencapai 6,19 persen dibandingkan pertumbuhan manufaktur IMK di periode yang sama di tahun 2018 yaitu hanya tumbuh 3,88 persen dan 2017 hanya tumbuh 5,34 persen," kata dia di Gedung BPS Jalan Soetomo, Pasar Baru Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).

Suharyanto juga bicara, ada beberapa jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan tertinggi pada triwulan III 2019 dibandin periode sama 2018. Di antaranya, industri komputer, barang elektronika dan optik tumbuh 24,36 persen.

Kemudian industri percetakan dan reproduksi media rekaman naik 16,23 persen. Lalu industri barang logam bukan mesin dan peralatannya naik 9,79 persen. Serta ada pula industri pengolahan tembakau naik 9,68 persen dan industri minuman naik 9,67 persen.


"Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III 2019 secara yoy pada tingkat provinsi yang alami peningkatan tertinggi ada di Nusa Tenggara Timur, pertumbuhan MK naik 30,32 persen," ujar dia.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan industri manufaktur mikro tak hanya terjadi di NTT, namun juga tumbuh pesat di luar Pulau Jawa.

Seperti pertumbuhan industri manufaktur mikro di Gorontalo pertumbuhannya naik 27,26 persen. Lalu, Kepulauan Riau naik 25,67 persen, Papua Barat naik 23,08 persen, sampai Sulawesi Barat naik 18,56 persen.

Sementara pertumbuhan industri manufaktur mikro di Pulau Jawa ada di Yogyakarta yang turun 0,0021 persen, sementara sisanya stagnan.

Terkait industri manufaktur mikro alami penurunan pertumbuhan di triwulan III 2019. Berdasarkan data BPS industri peralatan listrik secara nasional mengalami penurunan 32,88 persen. Kemudian, industri logam dasar turun 19,67 persen.

Ada pula penurunan di industri kecil, kulit dan alas kaki, mengalami penurunan 6,30 persen.

Kemudian industri kendaraan bermotor mengalami penurunan 4,01 persen, serta industri terakhir yang mengalami penurunan yaitu industri karet, barang dari karet dan plastik mengalami penurunan 3,82 persen.


Baca juga artikel terkait BADAN PUSAT STATISTIK atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali
DarkLight