Dampak Pandemi Corona

BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan I 2021 Terkontraksi 0,74 Persen

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 5 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 tumbuh minus atau terkontraksi 0,74 persen.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif mengalami perlambatan dan terkontraksi sebesar 0,74 Persen secara year on year (yoy). Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tiga bulan pertama 2021 -0,96% dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan 1 2021 mengalami kontraksi 0,74%,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Kondisi perekonomian Indonesia tertinggal jauh dibanding beberapa mitra dagang lain. Suhariyanto mencontohkan Cina yang mengalami pertumbuhan positif pada kuartal I 2021 angkanya tumbuh 18,3 persen, kemudian Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,4 persen, Singapura tumbuh 0,2 persen, Korea Selatan tumbuh 1,8 persen, Hong Kong tumbuh 7,8 persen. Sementara, Uni Eropa minus 1,7 persen.

“Mitra dagang utama kita Tiongkok yang mengalami kontraksi cukup dalam pada triwulan 1 2020 yaitu -6,8% pada triwulan 1 tahun ini bergerak positif dan tumbuh sangat impresif 18,3%,” kata dia.

Kinerja perekonomian dalam tiga bulan terakhir juga memperlihatkan kondisi resesi ekonomi belum berakhir. Seperti diketahui, selama 3 kuartal terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami resesi. Kuartal IV/2020, ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 2,19 persen.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 masih negatif yaitu pada kisaran 0,6 persen. "Kuartal I diperkirakan pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi pada sekitar 0,6-0,9 yoy," jelas dia dalam acara Musrenbangnas, Selasa (4/5/2021).

Kondisi ini akan mulai pilih pada kuartal II 2021 seiring dengan penanganan kasus COVID-19 yang sudah bisa ditekan dengan proses vaksinasi dan pembatasan aktivitas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I (Q1) 2021 akan berada di zona negatif atau kontraktif. Angkanya akan jatuh pada kisaran kontraksi 1 persen sampai kontraksi 0,1 persen.

“Kalau kita lihat dari perkiraan pertumbuhan ekonomi Q1 di Kemenkeu masih dalam range antara minus 1 yang terdalam sampai minus 0,1 persen. Kami harap bisa ke zona netral, tapi mendekati di 0,1 persen negatif," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/3/2021).


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz
DarkLight