BPS Catat Impor Indonesia Turun 8,64 Persen pada Februari 2022

Reporter: Dwi Aditya Putra - 15 Mar 2022 13:07 WIB
Dibaca Normal 1 menit
BPS catat nilai impor Indonesia selama Februari 2022 mencapai 16,64 miliar dolar AS. Turun 8,64 persen dibandingkan Januari (18,21 miliar dolar AS).
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia selama Februari 2022 mencapai 16,64 miliar dolar AS. Posisi ini turun 8,64 persen jika dibandingkan posisi Januari yang sebesar 18,21 miliar dolar AS.

“Impor Februari ini turun 8,64 persen kalau saya bandingkan dengan Januari 2022," kata Kepala BPS, Margo Yuwono, dalam rilis BPS di kantornya, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Dilihat dari komposisi secara month to month, impor migas Indonesia mencapai 2,90 miliar dolar AS atau naik 30,19 persen dari Januari 2022. Sedangkan impor nonmigas tercatat sebesar 13,74 miliar dolar AS, atau turun 14,05 persen dari bulan sebelumnya.

“Sementara, jika dilihat secara year on year posisi impor Februari 2021, impor Indonesia meningkat 25,43 persen," katanya.

Menurut sektor, impor pada Februari 2022 mengalami penurunan dibanding posisi Januari 2022. Penurunan terbesar terjadi pada konsumsi yang mencapai 23,85 persen, atau hanya tercatat 1,20 miliar dolar AS.

“Penurunan ini terutama terjadi karena penurunan impor berupa produk farmasi," katanya.

Selanjutnya, untuk impor barang baku modal juga mengalami penurunan sebesar 7,22 persen, atau tercatat 12,83 miliar dolar AS. Sedangkan untuk barang modal tercatat 2,60 miliar dolar AS, atau turun 7,03 persen.

Dia menambahkan, berdasarkan negara tujuan impor, penurunan terbesar terjadi pada Cina sebesar 1,2 miliar dolar AS, kemudian Jepang 233 juta dolar AS, dan Korea Selatan 219 juta dolar AS.

“Dari Tiongkok [Cina] penurunan impor terbesarnya adalah mesin atau perlengkapan elektrik, produk farmasi, dan besi dan baja," kata dia.


Baca juga artikel terkait IMPOR atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz

DarkLight