BPN Klaim Prabowo-Sandi Siap Bongkar "Pemain" Impor dan Energi

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 16 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
BPN menyatakan Prabowo-Sandiaga berkomitmen untuk membenahi kebijakan impor dan energi serta membongkar para "pemain" di dua sektor itu.
tirto.id - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa menyatakan paslon nomor urut 02 siap memperbaiki kebijakan impor dan energi jika menang di Pilpres 2019.

Dian juga mengklaim Prabowo-Sandi akan membongkar para “pemain” yang selama ini mengambil keuntungan dari kebijakan pemerintah terkait impor dan energi.

Dian menilai kebijakan impor pemerintah patut diduga bermasalah. Sebab, kata dia, sebagian impor terkait komoditas yang sebenarnya tidak dibutuhkan di dalam negeri. Misalnya, impor beras saat produksi sedang surplus. Namun, Dian tidak memaparkan data soal tudingannya itu.

"Karena lobinya begitu besar,” kata Dian kepada reporter Tirto di Gado Gado Boplo usai acara diskusi bertajuk "Jelang Debat Kedua" pada Sabtu (16/2/2019).


Impor bermasalah, kata Dian, akan dicegah oleh Prabowo-Sandi dengan menerapkan integrasi data antarkementerian. Dia optimistis, dengan memakai pendekatan 'Big Data', integrasi itu akan mencegah pelaku usaha memanfaatkan celah kebijakan impor untuk meraup keuntungan.

“Big data ini tidak hanya persoalan eksekusi kebijakan, tapi membongkar [mafia]. Nanti kelihatan semua pemainnya," ujar Dian.

Prabowo-Sandi, Dian melanjutkan, akan membuat basis data untuk memetakan kebutuhan pangan di tiap daerah. Hal ini menurutnya penting dilakukan agar impor pangan tidak salah sasaran.

"Ini perlu database untuk melihat kebutuhan per daerah, berasnya seperti apa maka bisa diimpor yang sesuai," ucap Dian.


Dia juga menuding pemerintahan Jokowi gagal mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) secara maksimal karena ada pengaruh kuat lobi-lobi pebisnis migas dan batu bara.

"[Para pemain] yang selama ini mendominasi politik kita, biar ketahuan. Ini yang ingin kita bongkar," ucap Dian.

Untuk membenahi sektor energi, Dian menambahkan, Prabowo-Sandi akan membangun basis data yang kuat dan membenahi kebijakan agar memperlancar investasi di sektor EBT.

Dian meyakini, jika hal tersebut dilakukan, capaian bauran energi di Indonesia akan melampui 12 persen. Dia mencontohkan angka bauran energi di Thailand dan Cina sudah mampu mencapai 30 dan 60 persen.

Dia pun menegaskan Prabowo-Sandi siap menindak tegas semua "pemain" di sektor energi dan impor, meskipun mereka pernah berada di barisan pendukung paslon itu saat ini.

"Komitmen kami akan tegas. Saat ini tidak ada pendukung itu. Tidak ada yang mendukung lobi-lobi migas dan pangan," ujar Dian.


Baca juga artikel terkait IMPOR atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Politik)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Addi M Idhom