BPN Bantah Survei Median Soal Alasan Warga Tak Pilih Prabowo-Sandi

Oleh: Riyan Setiawan - 22 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
BPN membantah hasil survei Median yang menyebutkan kebanyakan warga tak memilih Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 karena belum berhasil menunjukkan kerja nyata dan tak punya visi-misi yang jelas.
tirto.id - Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade membantah hasil survei Median Survei Nasional (Median) yang menyebutkan alasan masyarakat tidak ingin memilih Prabowo-Sandi karena belum ada bukti dan contoh kerja yang dilakukan oleh mereka berdua.

Berdasarkan kategori riset, sebesar 14,9 persen responden menyatakan Prabowo-Sandi belum ada bukti contoh kerja nyata, kemudian 7,4 persen lainnya menyebutkan belum jelas visi misi dan programnya.

Andre mengklaim Prabowo dan Sandi sudah memberikan bukti dan memiliki rekam jejak sebagai pemimpin. Ia pun menjelaskan sederet prestasi Prabowo mulai dari menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopasus), ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), salah satu cabang yang berhasil menyumbangkan enam medali emas pada Asian Games.

Selain itu, saat ini Prabowo juga menjadi Ketua Partai Gerindra yang telah mampu mengukir prestasi sebagai partai yang baru berjalan sepuluh tahun namun telah menjadi tiga besar di seluruh Indonesia.

“Jadi Pak Prabowo punya rekam jejak dan prestasi yang luar biasa,” ujarnya kepada Tirto, Senin (21/1/2019) malam.


Selain Prabowo, Andre juga menjelaskan jika Sandi juga punya rekam jejak yang hebat. Seperti menjadi pengusaha sukses, menjadi ketua beberapa organisasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan terakhir menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mulai tahun 2017 sampai 2018.

Sehingga kader Gerindra itu telah membuktikan bahwa Prabowo dan Sandi memang memiliki rekam jejak sebagai pemimpin baik di organisasi pemerintahan, maupun non pemerintahan.

“Ya mereka berdua, Pak Prabowo dan Bang Sandi sudah terbukti pernah memimpin. Beliau-beliau ini punya rekam jejak yang luar biasa,” pungkasnya.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menjelaskan, populasi survei nasional tersebut diambil dari 34 provinsi yang ada di seluruh warga Indonesia yang saat ini memiliki hak pilih. Target sampel nasional sebanyak 1.500 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multi stage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Hasil survei menunjukkan dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data dari 6 sampai 15 Januari 2019.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno