Menuju konten utama

BPDP Kelapa Sawit Hingga Semester I/2018 Himpun Dana Rp6,4 Triliun

Dari sisi pengembangan dana, pada 2017 Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit membukukan pendapatan dari penempatan dana sebesar Rp505 miliar.

BPDP Kelapa Sawit Hingga Semester I/2018 Himpun Dana Rp6,4 Triliun
Petani memindahkan buah kelapa sawit yang baru dipanen, di Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (16/7/2018). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

tirto.id - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pada semester I/2018 berhasil menghimpun dana sebesar Rp6,4 triliun. Sementara pada 2017, dana yang terhimpun sebesar Rp14,2 triliun.

Dari sisi pengembangan dana, pada 2017 BPDPKS membukukan pendapatan dari penempatan dana sebesar Rp505 miliar. Sementara sampai dengan semester I/2018 mencapai Rp380 miliar.

Direktur Utama BPDPKS, Dono Boestami menyebukan dari jumlah dana terhimpun sebesar Rp6,4 triliun, BPDPKS telah melaksanakan penyaluran dana sebesar Rp4,4 triliun pada semester I/2018.

Dana peremajaan (replanting) perkebunan kelapa sawit rakyat hingga akhir semester I/2018 telah disalurkan BPDPKS kepada 5.384 pekebun untuk luasan lahan 12.063 hektar dengan nilai mencapai lebih dari Rp288 miliar.

"Untuk meningkatkan efektivitas program peremajaan, BPDPKS bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, dan Kemenko Perekonomian juga melakukan penyempurnaan aturan agar penyaluran dana bisa dilakukan dengan lebih cepat tanpa mengurangi akuntabilitas," ujar Dono dalam Seminar Nasional Sawit Indonesia di Jakarta pada Senin (20/8/2018).

Selain melakukan peremajaan kelapa sawit, BPDKS juga melakukan pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit. Sejak 2016 hingga semester I/2018, BPDPKS telah melakukan pelatihan kepada 4.529 orang petani, 813 anak petani, 930 guru SMK perkebunan, dan 540 anggota koperasi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan tenaga perkebunan yang kompeten dalam penerapan tata kelola pertanian. "Dalam periode yang sama juga telah disalurkan beasiswa afirmasi bagi para anak perkebunan rakyat sebanyak 720 orang untuk mengikuti pendidikan diploma perkelapasawitan," ujar Dono.

Dono mengungkapkan bawah tantangan pengembangan industri kelapa sawit, saat ini masih berhadapan dengan isu global. Seperti, Eropa yang hingga sata ini belum mengakui Sistem Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).

Dengan bersama dengan kementerian/lembaga terkait, BPDPKS berupaya melakukan promosi kelapa sawit baik di dalam dan luar negeri.

"Di luar negeri untuk meningkatkan citra nilai dan memperluas pasar kelapa sawit bersama libatkan asoasiasi dan pelaku pasar dan Kementerian Perdagangan. Promosi dalam negeri untuk kampanye positif tingkatkan kesadaran masyarakat, termasuk generasi milenial," ujar Dono.

Baca juga artikel terkait PERKEBUNAN KELAPA SAWIT atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Yuliana Ratnasari