BPBD DKI Sebut Kawasan Muara Baru Kurang Air sebab Faktor Geografis

Oleh: Haris Prabowo - 9 Juli 2019
BPBD DKI Jakarta mengklaim masalah kekurangan air bersih di Muara Baru, Jakarta Utara terjadi karena faktor geografis.
tirto.id - Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, Muhammad Ridwan, merespons isu kekurangan air bersih yang terjadi di daerah Muara Baru, Jakarta Utara, selama musim kemarau.

Ridwan mengklaim kondisi kekurangan air bersih di kawasan itu terjadi karena letak geografisnya yang berdekatan dengan laut.

"Itu karena kondisi geografisnya Jakarta Utara di dekat laut," kata Ridwan, Selasa (9/7/2019).

Saat ini, sudah dua bulan wilayah Ibu Kota Jakarta memasuki musim kemarau. Sementara puncak musim kemarau masih bulan September 2019.

Untuk mengantisipasi kekeringan di Jakarta, kata Ridwan, BPBD DKI telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, dan juga Palyja dan Aetra selaku perusahaan swasta yang mengelola sarana penyediaan air bersih di ibu kota.

"Jika terjadi ada dampak dari kekeringan, tapi saat ini belum ada dampak tapi kalau ada silakan hubungi Jakarta siaga 112 untuk layanan emergency. Nanti akan di-follow up ke dinas terkait," kata Ridwan.

"Intinya di Jakarta akibat kemarau ini berbeda dengan daerah lain. Kita kan daerah perkotaan berbeda dengan yang luar. Itu kan akibatnya pada kekeringan dan kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada tanah dampak kemarau bisa juga bahaya kebakaran karena kekeringan," tambah dia.

Berdasarkan laporan Antara, seorang warga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Nazarudin (42) mengaku kebutuhan air bersih meningkat saat kemarau, karena sumur umum yang selama ini jadi alternatif warga mendapatkan air mulai menyusut volumenya.



Baca juga artikel terkait KEKERINGAN atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Addi M Idhom
DarkLight