Bohemian Rhapsody Dihapus dari GLAAD Award Sebab Kasus Bryan Singer

Oleh: Yulaika Ramadhani - 27 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
GLAAD mencoret film Bohemian Rhapsody, sebuah keputusan untuk memberi dukungan kepada para korban kekerasan seksual.
tirto.id - Film Bohemian Rhapsody dihapus dari nominasi GLAAD Media Awards lantaran terjerat skandal dari kasus Bryan Singer yang dituduh melakukan pelecehan seksual dengan anak di bawah umur.

Sebagaimana dikutip Variety, Kamis (24/1/2019), GLAAD mengatakan kepada Variety secara eksklusif bahwa mereka mencoret film Bohemian Rhapsody, sebuah keputusan untuk memberi dukungan kepada para korban kekerasan seksual.

"Sehubungan dengan dugaan terbaru terhadap sutradara Bryan Singer, GLAAD telah membuat keputusan sulit untuk menghapus Bohemian Rhapsody dari kontestasi untuk GLAAD Media Award dalam kategori Outstanding Film - Wide Release tahun ini," kata GLAAD dalam sebuah pernyataan kepada Variety.

Penghargaan film GLAAD Media Award adalah ajang khusus dipersembahkan untuk mengapresiasi komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender di media.

Tuduhan tersebut diterbitkan dalam majalah The Atlantic yang mencakup hubungan seks dengan anak laki-laki di bawah umur dan satu tuduhan dari seorang pria yang mengatakan jika dirinya diraba-raba oleh Bryan pada sebuah set film.


Sementara itu, sutradara Bohemian Rhapsody Bryan Singer secara konsisten membantah telah melakukan kesalahan, dan menyebut kisah yang diangkat The Atlantic sebagai sebuah kejahatan homofobia.

"Terakhir saya mengunggah tentang subjek ini, majalah Esquire sedang bersiap untuk menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh seorang jurnalis homofobia yang memiliki obsesi aneh dengan saya sejak tahun 1997. Setelah memeriksa fakta dengan cermat dan dengan pertimbangan kurangnya sumber yang dapat dipercaya, Esquire memilih untuk tidak menerbitkan jurnalisme balas dendam ini," ungkap perwakilan Bryan dikutip Deadline, Jumat (25/1/2019).

Di sisi lain, majalah The Atlantic mengatakan mereka menghabiskan 12 bulan menyelidiki tuduhan terhadap sutradara Bohemian Rhapsody dan X-Men. Mereka juga telah berbicara dengan lebih dari 50 sumber. Para korban yang diwawancarai The Atlantic mengatakan jika pengalaman tersebut telah merusak mereka secara psikologis.

"Itu tidak menghentikan penulis ini untuk menjualnya ke The Atlantic. Sangat disayangkan bahwa The Atlantic akan tunduk pada standar integritas jurnalistik yang rendah ini. Sekali lagi, saya dipaksa untuk menegaskan kembali bahwa cerita ini mengulangi klaim dari tuntutan hukum palsu yang diajukan oleh para individu yang tidak terhormat yang bersedia berbohong demi uang atau perhatian. Dan tidak mengherankan bahwa, dengan Bohemian Rhapsody menjadi hit pemenang penghargaan, potongan homofobia ini telah disesuaikan waktunya untuk mengambil keuntungan dari keberhasilannya," lanjutnya.

Bryan Singer dipecat pada Desember 2017, dua minggu sebelum produksinya berakhir. Meski demikian, namanya masih ada dalam credit title namun tidak dicalonkan dalam nominasi Oscar dan absen saat pidato di Golden Globes.

Cesar Sanchez-Guzman juga menggugat sang sutradara dengan mengklaim bahwa Bryan Singer telah memperkosanya di sebuah yacht pada tahun 2003. Namun Bryan membantahnya dan kasus ini masih ditunda.


Baca juga artikel terkait BOHEMIAN RHAPSODY atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)


Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH