BNPB: Update Korban Longsor Sukabumi 18 Tewas dan 15 Hilang

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 4 Januari 2019
BNPB mencatat 18 orang tewas dan 15 orang hilang akibat longsor di Sukabumi, Jabar.
tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 18 orang tewas dan 15 orang hilang akibat longsor yang terjadi di Kampung Adat, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

"Hingga Jumat (4/1/2019) pagi, dari 100 orang terdampak longsor tercatat 64 orang selamat, 18 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat dan dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dan 15 orang masih dalam pencarian. Pengungsi tinggal di rumah kerabat terdekatnya sehingga tidak memerlukan tenda pengungsi," kata Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melalui rilis tertulis pada Jumat (4/1/2019).

Korban yang sejauh ini berhasil diidentifikasi adalah Sasa (4), Hendra (35), Yanti (35), Riska (18), Rita (14), Ahudi (67), Ukri (48), Suryani (35), Jumhadi (47), Yami (25), Sukiman (75), Umih (60), Enda (43), Mulyani Iyas, Madtuha (50), Andra Maulana (8), Miah (45), dan Adsa (50).

Hingga saat ini, longsor susulan masih sering terjadi, meskipun dengan intensitas yang kecil. Pada Kamis (3/1/2019) malam, terdengar suara gemuruh kembali di lokasi longsor karena adanya batu besar yang berada di mahkota longsor jatuh ke bagian bawah.

"Kondisi ini cukup membahayakan bagi personil di lapangan," tambah Sutopo.

Sutopo juga menjelaskan bahwa kendala utama dalam pencarian korban adalah faktor cuaca, yakni hujan.

"Jika kondisi cuaca cerah maka pencarian korban dapat dilakukan hingga malam hari. Sebaliknya jika hujan dapat menyebabkan evakuasi dihentikan lebih awal," kata Sutopo.

Terkait longsor ini, Bupati Sukabumi telah menetapkan masa tanggap darurat penanganan longsor Sukabumi selama 7 hari, terhitung dari 31 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.


Baca juga artikel terkait TANAH LONGSOR SUKABUMI atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Maya Saputri