BNPB: Dibanding 2017, Dampak Bencana pada 2018 Jauh Lebih Besar

Oleh: Damianus Andreas - 19 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Jumlah korban tewas dan hilang akibat bencana alam pada 2018 melonjak hingga 1.072 persen jika dibandingkan dengan kondisi di 2017.
tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah bencana alam di Indonesia pada 2018 berkurang ketimbang tahun lalu. Berdasarkan data BNPB, penurunannya 11,36 persen dari yang sebelumnya ada sebanyak 2.737 kejadian menjadi 2.426 peristiwa pada tahun ini.

“Jumlahnya turun, tapi dampaknya mengalami kenaikan. Gempa bumi di NTB (Nusa Tenggara Barat) dan Sulawesi Tengah adalah yang sangat luar biasa,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei saat jumpa pers di kantornya, Jakarta pada Rabu (19/12/2018).

Apabila dirinci, memang terdapat kenaikan jumlah yang signifikan untuk korban meninggal dan hilang. Pada 2017, jumlahnya hanya tercatat 361 jiwa. Sedangkan di sepanjang tahun ini ada sebanyak 4.231 orang tewas dan hilang akibat bencana alam. Willem menyampaikan jumlah korban meninggal dunia dan hilang pun melejit hingga 1.072 persen.


Tak hanya itu, korban luka-luka juga ikut meningkat dari 997 jiwa pada 2017 menjadi 6.948 jiwa pada 2018 atau naik 597 persen. Willem turut menyebutkan jumlah korban mengungsi dan terkena dampak pada 2017 yang sebesar 3,6 juta jiwa meningkat 176 persen menjadi 9,95 juta jiwa pada tahun ini.

Sementara itu, jumlah rumah rusak dari 2017 ke 2018 pun mengalami kenaikan hingga sebesar 3.559 persen.

“Pada 2017, tidak ada kejadian gempa bumi dan tsunami yang berskala besar dan menimbulkan dampak bencana yang besar,” ungkap Willem.


Sedangkan berdasar data BNPB per 14 Desember 2018, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan tiga provinsi yang paling sering dilanda bencana alam. Sedangkan di bawah tiga provinsi tersebut, ada Aceh dan juga Kalimantan Selatan.

Selanjutnya apabila dilihat dari kabupatennya, Bogor menempati posisi pertama dengan jumlah peristiwa sebanyak 76 kali. Berturut-turut setelahnya ada Cilacap, Wonogiri, Serang, dan Ponorogo.

“Kenapa paling banyak berada di Jawa? Karena jumlah penduduknya relatif lebih padat,” kata Willem.


Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Addi M Idhom