Menuju konten utama

BMKG: Siklon Tropis Paddy di Indonesia sudah Hilang

BMKG melaporkan bibit siklon tropis 90S tumbuh menjadi Siklon Tropis Paddy pada Senin (22/11/2021) siang.

BMKG: Siklon Tropis Paddy di Indonesia sudah Hilang
Awan hitam menyelimuti langit Jakarta, Kamis (4/11/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan Siklon Tropis Paddy yang tumbuh di Samudra Hindia sudah hilang. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab.

"Update pagi ini, Siklon Tropis Paddy sudah punah," kata Fachri dikutip dari Antara, Rabu (24/11/2021).

BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning (TCWC) sebelumnya melaporkan bibit siklon tropis 90S tumbuh menjadi Siklon Tropis Paddy pada Senin (22/11/2021) siang.

Pada Selasa (23/11/2021) pagi siklon Paddy terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah bertekanan 995 hPa dengan kekuatan 40 knot (75 km/jam) bergerak ke barat menjauhi wilayah Indonesia.

Dampak tidak langsung Siklon Tropis Paddy bagi cuaca di Indonesia yaitu hujan sedang hingga lebat 24 jam ke depan di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Sejumlah wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dilanda angin kencang hingga menyebabkan pohon tumbang seperti di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

"Angin kencang ini dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Paddy," tambah Fachri.

Tercatat kecepatan angin berkisar antara 28-46 km/jam di beberapa wilayah seperti Cengkareng, Kemayoran, dan Tanjung Priok.

Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah dengan masa hidup rata-rata berkisar antara tiga hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

Baca juga artikel terkait SIKLON TROPIS

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan