BMKG: Gempa Magnitudo 5,0 di Bali Tak Berpotensi Tsunami

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 25 Mei 2023 09:51 WIB
Dibaca Normal 1 menit
BMKG melaporkan gempa berlokasi di laut pada jarak 93 kilometer arah Selatan Kota Denpasar, Bali, pada kedalaman 65 km.
tirto.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,0 di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali pada pukul 02.57 WIB, Kamis (25/5/2023).

"Hari Kamis 25 Mei 2023 pukul 02.57.22 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Bali diguncang gempa tektonik," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan tertulis.

Daryono menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,58° LS ; 114,88° BT. Gempa tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 kilometer arah Selatan Kota Denpasar, Bali, pada kedalaman 65 km.


Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Daryono mengatakan peristiwa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik.

Akibat peristiwa tersebut, gempa bumi ini dirasakan di Kuta, Lombok Barat, hingga Mataram dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan Denpasar dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Hingga pukul 03.20 WIB, lanjut Daryono, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Atas peristiwa tersebut, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.


Baca juga artikel terkait GEMPA BALI atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight