Menuju konten utama

BMKG: Gempa M 5,1 di Bengkulu Disebabkan Lempeng Indo-Australia

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi dengan magnitudo 5,1 di Bengkulu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG: Gempa M 5,1 di Bengkulu Disebabkan Lempeng Indo-Australia
Ilustrasi Gempa. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa bermagnitudo (M) 5,1 di Bengkulu akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,80 Lintang Selatan dan 101,83 Bujur Timur. Gempa berlokasi di laut pada jarak 47 km arah barat daya Bengkulu pada kedalaman 58 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia," kata Daryono di Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Daryono menambahkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa yang terjadi pada pukul 07.36 WIB itu dirasakan di Kota Bengkulu dengan skala intensitas III-IV Modified Mercally Intesive atau MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderit dan dinding berbunyi).

Gempa dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu) di Bengkulu Utara. Kemudian skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) terasa di Kepahiang dan Curup.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Daryono menyampaikan hingga pukul 08.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga mengimbau agar masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono.

Baca juga artikel terkait GEMPA BENGKULU

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan